Seperti yang dilansir Time, obesitas yang banyak dialami anak membuat negara ikut campur tangan. Terutama sejak Barack Obama memberi anggaran sebanyak 4,5 miliar dollar pada Desember lalu, untuk meningkatkan kualitas makanan anak sekolah.
Di Los Angeles, pengawas sekolah pun turut menerapkan dan mengumumkan larangan minum susu coklat manis.Sedangkan peneliti kesehatan di San Antonio, menyarankan untuk dipasang kamera pada setiap kantin sekolah untuk memonitor apa saja yang dimakan oleh para siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, jumlah perhitungan kalorinyapun bisa langsung diketahui siswa dan juga bisa diakses oleh orang tua. Sebab, pihak sekolah selalu memberikan rekaman berupa sejumlah data kalori pada makanan yang dimakan anak selama sekolah di setiap periodenya.
Untuk menghitung kalori dalam menu makan siswa, kamera tersebut tidak benar-benar merekam gambarnya. Jumlah kalori dihitung dengan software canggih yang mampu mengenali jenis makanan berdasarkan bentuk, tekstur dan warna yang akan dicocokkan dengan database 7.500 jenis makanan.
'Dengan cara ini kita bisa menekan angka obesitas pada anak dan juga bisa mengajarkan para siswa untuk bisa mengubah pola makan mereka menjadi lebih sehat', demikian jelas Dr. Roberto Trevino dari Social & Health Research Center.
Kamera canggih semacam itu mulai dipasang di beberapa kantin sekolah negeri di daerah terpencil di San Antonio, Amerika Serikat.
Untuk tahap awal, pemasangan kamera dilakukan di wilayah yang rawan kegemukan termasuk Bexar County yang 33% penduduknya menderita obesitas.
Dengan subsidi anggaran $ 2 juta dollar, dinas kesehatan San Antonio berencana memasang kamera di seluruh kantin sekolah. Dengan cara ini, para siswa diharapkan bisa berdiet dan mengatur porsi makan dengan lebih mudah dan sehat.
Pemasangan kamera pengintai oleh dinas kesehatan San Antonio merupakan bagian dari proyek besar Amerika Serikat untuk menekan jumlah penderita obesitas pada anak.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN