Perlukah Konsumsi Vitamin K?

Perlukah Konsumsi Vitamin K?

- detikFood
Rabu, 02 Jun 2010 15:24 WIB
Jakarta - Tak banyak yang mengetahui tentang pentingnya vitamin ini. Bukan saja berfungsi dalam proses pembekuan darah, tapi juga berperan dalam mensuplai mineral pada tulang. Jenis makanan apa saja yang mengandung vitamin ini dan berapa banyak sebaiknya dikonsumsi? Temukan jawabannya di sini!

Vitamin K memang jarang sekali menjadi sorotan jika dibandingkan dengan vitamin lainnya. Bukan karena tidak penting, justru vitamin K memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Selain pembekuan darah, vitamin K juga berepran untuk membeikan asupan mineral untuk tulang.

Meskipun vitamin K diproduksi oleh tubuh, namun jumlahnya tidaklah seimbang dengan yang dibutuhkan oleh tubuh sehari-hari. Sehingga tubuh membutuhkan asupan vitanmin K yang didapat dari makanan. Makanan yang banyak mengandung vitamin K diantaranya bayam, brokoli, telur, zaitun, kedelai, kol dan minyak canola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena vitamin K adalah jenis vitamin yang bisa larut dalam lemak, sehingga penyerapan vitamin dari sayuran bisa di tingkatkan dengan menambahkan kehadiran lemak pada makanan tersebut. Misalnya saja menumis bayam dengan minyak zaitun.

Apabila tubuh kekurangan vitamin K secara terus menerus dan dalam jangka waktu yanglama, maka akan mengakibnatkan kerusakan hati yang cukup serius. Gejala utama yang timbul adalah darah akan sulit sekali memberku secara normal. Tapi hal ini tidak lantas terjadi begitu saja. Kasusu kekurangan vitamin K sangat jarang terjadi pada orang dewasa yang sehat. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang memiliki masalah malabsorpsi.

Tidak hanya kekurangan vitamin K saja yang menimbulkan masalah, kelebihan vitamin ini juga membawa efek samping untuk tubuh manusia. Kelebihan vitamin K pada tubuh membuat darah mengental sehingga penyerapan pun sedikit terhambat. Vitamin K yang dibutuhkan oleh tubuh pria dan wanita berbeda jumlahnya. Untuk wanita usia 19-30 tahun memerlukan setidaknya 90 micro gram perharinya sedangkan pria 120 microgramm perhariynya dengan kategori usia yang sama.

(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads