Ada Rendang Hingga Kue Gandos! Intip Menu Nusantara di Garuda Indonesia

Ada Rendang Hingga Kue Gandos! Intip Menu Nusantara di Garuda Indonesia

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 30 Okt 2026 14:00 WIB
Menu Nusantara di Garuda Indonesia
Foto: Instagram/@garuda.indonesia
Jakarta -

Maskapai Indonesia ini menghadirkan lebih dari 300 kuliner Nusantara di udara. Mulai dari rendang, ayam betutu, hingga kue gandos, bisa dinikmati penumpang.

Maskapai nasional Garuda Indonesia terus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui sajian makanan di dalam pesawat.

Lewat program Garuda Culinary Experience, maskapai nasional ini telah menghadirkan lebih dari 300 hidangan khas Nusantara pada penerbangan domestik maupun internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program tersebut menjadi salah satu upaya Garuda Indonesia mengenalkan gastronomi Indonesia kepada penumpang dari berbagai negara.

Beragam makanan khas daerah disajikan, mulai dari rendang, sayur kapau, ayam betutu, sate lilit, hingga kudapan tradisional seperti serabi Solo dan kue gandos.

ADVERTISEMENT

Menu Nusantara di Garuda IndonesiaMenu Nusantara di Garuda Indonesia Foto: Instagram/@garuda.indonesia

Seluruh menu dikembangkan melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan cita rasa asli daerah, preferensi penumpang, serta standar kualitas makanan selama penerbangan.

Penyajiannya juga disesuaikan dengan rute perjalanan, durasi penerbangan, dan kelas layanan yang tersedia. Dalam program Garuda Culinary Experience, hidangan Nusantara dibagi menjadi empat kategori.

Kategori tersebut meliputi Signature of Garuda Indonesia, Culinary Heritage Selection, Signature Warm Delight, serta Garuda Chef in the Sky.

Pada kategori Signature of Garuda Indonesia, penumpang penerbangan internasional dapat menikmati aneka makanan khas Indonesia. Sajian ini tersedia untuk seluruh kelas layanan, mulai dari First Class, Business Class, hingga Economy Class

Beberapa menu yang ditawarkan terinspirasi dari kuliner Minangkabau dan Bali. Di antaranya rendang, sayur kapau, sambal hijau, ayam betutu, sate lilit, nasi daun jeruk, hingga sambal matah.

Sementara itu, kategori Culinary Heritage Selection menghadirkan makanan yang terinspirasi dari tradisi kuliner berbagai daerah di Indonesia.

Contohnya Lontong Padang dan Nasi Uduk Semur Ayam yang disajikan pada sejumlah penerbangan domestik dengan durasi lebih dari 90 menit.

Ada pula kategori Signature Warm Delight yang ditujukan untuk penerbangan domestik berdurasi kurang dari 90 menit.

Dalam kategori ini, penumpang bisa menikmati kudapan tradisional dengan penyajian praktis, seperti serabi Solo, martabak telur mini, siomay tenggiri, hingga kue gandos.

Garuda Indonesia juga melakukan pembaruan menu secara berkala. Untuk penerbangan domestik, pilihan makanan diperbarui setiap tujuh hari, sedangkan menu penerbangan internasional diperbarui setiap satu hingga tiga bulan.

Proses pengembangan makanan tersebut turut memperhatikan pemilihan bahan, racikan bumbu, hingga teknik memasak. Hal ini dilakukan agar karakteristik rasa makanan Indonesia tetap terjaga meskipun disajikan dalam kondisi penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan bahwa program Garuda Culinary Experience merupakan bagian dari upaya maskapai memperkenalkan budaya Indonesia melalui pengalaman perjalanan udara.

"Kekayaan kuliner Indonesia bukan sekadar keberagaman rasa, melainkan bagian dari identitas budaya yang merepresentasikan cerita setiap daerah," ujar Thomas seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima tim detikFood (29/10).

Menu Nusantara di Garuda IndonesiaMenu Nusantara di Garuda Indonesia Foto: Instagram/@garuda.indonesia

Lebih lanjut, Thomas juga mengatakan melalui Garuda Culinary Experience, timnya ingin menjadikan pengalaman bersantap di udara sebagai kesempatan bagi pelanggan untuk mengenal lebih dekat kekayaan gastronomi Nusantara.

Menurutnya, sajian khas Indonesia juga memberikan pengalaman tersendiri bagi penumpang, terutama mereka yang melakukan perjalanan internasional.

Makanan Nusantara bisa menjadi pengobat rindu bagi penumpang asal Indonesia sekaligus memperkenalkan cita rasa lokal kepada wisatawan mancanegara.

"Bagi pelanggan Indonesia, cita rasa Nusantara dapat menjadi pengobat rindu akan rumah. Sementara bagi pelanggan mancanegara, setiap sajian menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenal Indonesia, bahkan sebelum tiba di destinasi," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Garuda Indonesia juga tengah mengembangkan konsep Garuda Chef in the Sky. Konsep ini ditujukan untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih personal bagi penumpang First Class dan Business Class pada penerbangan internasional berdurasi lebih dari enam jam.

Melalui konsep tersebut, chef yang bertugas di dalam pesawat atau Chef on Board dapat menyesuaikan hidangan dengan preferensi penumpang. Berbagai bahan makanan, rempah, dan bumbu disiapkan untuk memberikan pilihan sajian yang lebih beragam.

Sebelumnya, menu Garuda Indonesia sempat menjadi sorotan setelah Guru Besar FEB Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengkritik minimnya sajian khas Nusantara di penerbangan Business Class rute Narita-Denpasar pada 21 Oktober 2026.

Melalui unggahan Instagram, Rhenald mempertanyakan pilihan menu internasional yang tersedia, sementara kuliner seperti ayam betutu dan sei sapi khas Indonesia justru tidak ditawarkan.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads