Menyimpan nasi matang tak boleh sembarangan. Ada cara yang perlu diperhatikan mulai dari mendinginkan hingga ketika ingin memanaskannya kembali.
Nasi menjadi makanan pokok yang kerap dimasak dalam jumlah banyak. Sisa nasi pun sering disimpan untuk disantap kembali pada waktu berikutnya.
Namun, nasi matang tidak boleh disimpan sembarangan. Cara mendinginkan, menyimpan, hingga memanaskannya kembali perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanganan yang tepat juga membantu menjaga tekstur dan rasa nasi. Dengan beberapa langkah sederhana, nasi sisa bisa dikonsumsi kembali tanpa mengabaikan keamanan pangan.
Dilansir dari laman Martha Stewart (23/10/2026), berikut 5 tips menyimpan nasi:
Jika ingin menyimpan nasi yang baru matang, sebaiknya dinginkan terlebih dahulu. Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon |
1. Cara Mendinginkan Nasi
Nasi matang sebaiknya segera didinginkan sebelum disimpan. Jangan membiarkannya terlalu lama berada di suhu ruang karena bakteri dapat berkembang dengan cepat.
Disarankan nasi diletakkan dalam wadah atau loyang dangkal. Nasi kemudian dapat didinginkan di dalam kulkas dengan penutup yang tidak terlalu rapat.
Jangan langsung memasukkan nasi panas ke wadah tertutup rapat. Uap panas perlu memiliki jalan keluar agar nasi tidak terlalu lama berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri.
2. Gunakan Wadah dengan Penutup Rapat
Setelah nasi dingin, pindahkan ke wadah khusus makanan yang bersih. Wadah tertutup dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi dari makanan lain di dalam kulkas.
Cara ini juga membantu mempertahankan kelembapan nasi. Jika penyimpanan dilakukan dengan tidak tepat, nasi dapat menjadi kering, keras, atau menyerap aroma makanan lain.
Pastikan wadah yang digunakan memang aman untuk menyimpan makanan. Hindari membiarkan nasi terbuka terlalu lama setelah proses pendinginan selesai.
3. Simpan Dalam Kulkas
Nasi matang sebaiknya tidak disimpan pada suhu ruang. Menurut sumber yang dikutip Martha Stewart, pendinginan dapat memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya.
Salah satu bakteri yang perlu diperhatikan adalah Bacillus cereus. Bakteri ini dapat bertahan dalam bentuk spora dan berpotensi menyebabkan muntah, diare, serta mual.
Nasi matang yang disimpan di kulkas dapat bertahan sekitar 3 hingga 4 hari. Setelah melewati waktu tersebut, risiko keracunan makanan menjadi lebih tinggi sehingga nasi sebaiknya dibuang.
Agar lebih awet, nasi matang juga boleh disimpan dalam freezer. Foto: Grape Japan |
4. Nasi Boleh Dibekukan
Nasi matang ternyata juga dapat disimpan di freezer untuk penggunaan berikutnya. Setelah dingin, masukkan nasi ke wadah khusus freezer atau kantong yang dapat ditutup kembali.
Keluarkan udara berlebih sebelum wadah atau kantong ditutup. Langkah ini membantu mengurangi risiko freezer burn yang dapat memengaruhi kualitas nasi.
Nasi matang dapat disimpan di freezer hingga sekitar 6 bulan. Namun, teksturnya bisa berubah sehingga nasi beku lebih cocok digunakan untuk sup, casserole, atau hidangan tumisan.
5. Panaskan Nasi Sampai Benar-benar Matang
Setelah disimpan, nasi perlu dipanaskan dengan cara yang tepat sebelum disantap. Suhu internal nasi yang dipanaskan kembali sebaiknya mencapai 165 derajat Fahrenheit (73 Celsius) selama 15 detik.
Jika diproses di microwave, letakkan nasi dalam wadah yang aman digunakan. Tutup longgar dengan tisu lembap, lalu panaskan selama 1 hingga 2 menit sambil diaduk di tengah proses.
Nasi juga bisa dipanaskan menggunakan kompor. Tambahkan sekitar 2 sendok makan air atau kaldu untuk setiap dua cangkir nasi, lalu panaskan dengan api rendah hingga sedang. Hindari untuk memanaskan nasi secara berulang.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN