Bawang putih punya banyak jenis dengan rasa dan kandungan allicin berbeda. Ada porcelain garlic yang tajam hingga elephant garlic yang berukuran jumbo.
Bawang putih menjadi salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan untuk menambah cita rasa masakan. Selain aromanya yang khas, bawang putih mengandung allicin, yaitu senyawa sulfur yang banyak diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan. Salah satunya membantu menurunkan kadar kolestrol, antibakteri dan antivirus hingga menjaga kesehatan jantung.
Dilansir dari Times of India (22/10/2026), ternyata ada beragam jenis bawang putih yang tumbuh di berbagai negara. Setiap jenis memiliki ukuran, rasa, hingga potensi kandungan allicin yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan dikenal memiliki aroma dan rasa lebih tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut enam jenis bawang putih di dunia lengkap dengan ciri khas dan karakteristik rasanya.
1. Porcelain Garlic
Porcelain garlic merupakan jenis bawang putih kelompok hardneck yang memiliki umbi besar dengan kulit luar tebal berwarna putih. Jumlah siungnya relatif sedikit, tetapi ukurannya cukup besar.
Jenis ini dikenal memiliki rasa tajam dan kandungan senyawa sulfur yang tinggi, sehingga berpotensi menghasilkan allicin dalam jumlah besar.
Porcelain garlic cocok digunakan untuk hidangan panggang, masakan yang dimasak perlahan, hingga saus berbumbu kuat. Meski demikian, kadar allicinnya dapat berbeda tergantung varietas dan kondisi penanamannya.
2. Rocambole Garlic
Termasuk ke dalam kelompok bawang putih hardneck, rocambole garlic memiliki jumlah siung lebih sedikit dengan ukuran relatif besar. Jenis ini terkenal karena cita rasanya yang kaya, perpaduan pedas, sedikit manis, dan gurih.
Rocambole juga termasuk bawang putih yang berpotensi menghasilkan allicin tinggi karena kandungan senyawa sulfurnya.
Aromanya yang kuat membuat bawang putih ini cocok digunakan dalam hidangan mentah atau yang dimasak sebentar. Misalnya sebagai campuran saus salad, saus cocolan, hingga aioli.
3. Artichoke Garlic
Artichoke garlic merupakan bawang putih kelompok softneck yang banyak ditemukan dalam berbagai jenis masakan. Ciri khasnya terletak pada jumlah siung yang cukup banyak dan tersusun berlapis menyerupai artichoke.
Dibandingkan jenis hardneck, rasa bawang putih ini cenderung lebih ringan. Keunggulan lainnya adalah daya simpan yang relatif lama.
Meski potensi kandungan allicinnya tidak setinggi beberapa jenis hardneck, artichoke garlic tetap mengandung senyawa bermanfaat. Jenis ini cocok digunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari, terutama untuk tumisan dan hidangan berbumbu rempah.
4. Purple Stripe Garlic
Sesuai namanya, Purple Stripe garlic memiliki kulit luar dengan corak garis berwarna ungu. Jenis bawang putih kelompok hardneck ini dikenal memiliki rasa kuat dan cenderung pedas.
Purple Stripe sering digunakan untuk hidangan yang membutuhkan aroma bawang putih tajam, seperti saus salad, aioli, hingga campuran bawang putih mentah dengan lemon dan minyak zaitun.
Jenis ini juga memiliki potensi kandungan allicin tinggi. Namun, jumlah allicin yang dihasilkan tetap bergantung pada varietas, kondisi pertumbuhan, dan cara pengolahannya.
5. Silverskin Garlic
Silverskin garlic merupakan jenis bawang putih softneck dengan kulit luar berwarna putih keperakan yang membungkus siungnya cukup rapat.
Salah satu keunggulannya adalah daya simpan yang panjang. Dalam kondisi penyimpanan yang tepat, bawang putih ini bisa bertahan selama beberapa bulan.
Rasanya cenderung tajam dengan sensasi pedas yang cukup lama tertinggal di mulut. Karena itu, silverskin sering digunakan untuk membuat acar. Meski rasanya kuat, hal tersebut tidak selalu menandakan kandungan allicin yang lebih tinggi.
6. Elephant Garlic
Sering disebut bawang putih jumbo, elephant garlic memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan bawang putih biasa.
Namun, secara botani tanaman bernama Allium ampeloprasum ini justru lebih dekat dengan daun bawang prei.
Berbeda dari bawang putih pada umumnya, elephant garlic memiliki rasa lebih ringan dan tidak terlalu tajam. Aromanya juga cenderung lembut.
Meski tetap mengandung senyawa sulfur, elephant garlic umumnya memiliki potensi kandungan allicin lebih yang lebih rendah dibandingkan jenis bawang putih sejati yang kaya senyawa tersebut.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN