Makanan Halal dan Nonhalal di Satu Kulkas, Bagaimana Cara Menyimpannya?

Makanan Halal dan Nonhalal di Satu Kulkas, Bagaimana Cara Menyimpannya?

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 23 Okt 2026 11:30 WIB
Meat products put up for sale in a supermarket commercial refrigerator
Foto: Getty Images/monticelllo
Jakarta -

Menyimpan makanan bersama di kulkas perlu memperhatikan wadah, risiko kebocoran, hingga kontak dengan makanan nonhalal. Simak tipsnya untuk menjaga kehalalan makanan.

Kulkas menjadi tempat andalan untuk menjaga makanan tetap segar lebih lama. Namun, penyimpanan makanan bersama perlu memperhatikan kebersihan dan posisi setiap bahan.

Apalagi jika kulkas digunakan bersama oleh beberapa orang dengan jenis makanan berbeda, termasuk menu nonhalal. Penataan yang tepat penting agar makanan tidak saling terkontaminasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Instagram @halalcorner (20/10/2026), salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah cairan dari daging mentah yang bocor. Cairan tersebut bisa mengenai makanan lain yang disimpan di rak bagian bawah.

ADVERTISEMENT
7 Tips Menyimpan Makanan di Kulkas Agar Tak Cepat BusukMenyimpan makanan pada kulkas bersama wajib memerhatikan tempat penyimpanannya agar tak merusak kehalalan makanan. Foto: Getty Images/iStockphoto/JulieAlexK

Karena itu, menyimpan makanan berbeda tidak cukup hanya dengan memisahkan rak. Wadah yang digunakan, potensi kebocoran, dan kontak langsung juga perlu diperhatikan.

Wadah kaca atau stainless steel yang rapat dapat menjadi pilihan untuk menyimpan makanan di kulkas. Pastikan wadah memiliki penutup yang kuat dan tidak mudah terbuka.

Penggunaan wadah tertutup juga membuat makanan lebih terlindungi dari kontak langsung dengan bahan lain. Selain itu, kulkas menjadi lebih rapi dan makanan tidak mudah tercampur aromanya.

Pemilihan posisi penyimpanan juga penting untuk mencegah kebocoran mengenai makanan lain. Bahan mentah dapat ditempatkan di bagian yang lebih aman dan menggunakan wadah tambahan.

Simpan makanan di kulkasDisarankan untuk menyimpan makanan pada wadah yang tertutup rapat. Foto: Getty Images/José Araújo

Dalam penyimpanan makanan bersama, istilah nonhalal dan najis juga perlu dibedakan. Makanan nonhalal tidak otomatis berarti seluruh benda di sekitarnya menjadi najis.

Berdasarkan Fatwa MUI No. 1 Tahun 1980, makanan yang jelas bercampur dengan bahan haram atau najis hukumnya haram. Sementara yang diragukan sebaiknya ditinggalkan.

Ada tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan saat menyimpan makanan bersama di kulkas:

1. Pertama, gunakan wadah kaca atau stainless steel yang rapat dan antikebocoran.

2. Kedua, pisahkan penyimpanan makanan untuk mencegah kontak langsung dan kebocoran.

3. Ketiga, jika terkena najis, tangan dan bagian yang terkena perlu disucikan sesuai fikih.



(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads