Seorang pemilik kafe mengungkap dugaan karyawan mencuri uang penjualan dengan modus tak catat pesanan. Ia menghimbau pelanggan agar selalu minta struk pembelian.
Dalam bisnis makanan dan minuman, setiap transaksi menjadi bagian penting untuk menjaga arus penjualan. Sistem pencatatan yang rapi membuat pemilik usaha lebih mudah mencocokkan penjualan dengan stok.
Sebagai pembeli, ada kebiasaan sederhana setelah membeli makanan atau minuman yang tak boleh disepelekan. Kebiasaan ini bisa membantu pemilik atau pengelola bisnis untuk memantau penjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Weird Kaya (16/10/2026), seorang pemilik kafe di Malaysia membagikan pengalamannya. Ia menghimbau agar pelanggan lebih teliti, baik di kafenya maupun di tempat lain.
Seorang pemilik kafe melaporkan dugaan pencurian uang pembayaran yang dilakukan stafnya. Foto: iStock |
Melalui unggahan pada Threads, ia menyebut ada salah satu karyawan yang berusaha mengambil uang pembayaran pelanggan. Dugaan itu muncul karena sejumlah transaksi disebut tidak pernah masuk ke sistem kasir.
Karyawan tersebut diduga menghafalkan harga menu untuk menjalankan aksinya. Pesanan pelanggan kemudian dihitung secara manual tanpa dimasukkan ke dalam sistem.
Salah satu contoh yang diberikan adalah pesanan latte karamel seharga RM13,50 (setara Rp59.000) dan sandwich tuna RM4,50 (setara Rp19.000). Totalnya menjadi RM18 (setara Rp79.000), tetapi transaksi tersebut diduga tidak dicatat ke sistem.
Karyawan itu disebut menyimpan pecahan RM1, RM5, RM10 serta uang logam di kantongnya. Uang tersebut diduga digunakan untuk memberikan kembalian kepada pelanggan.
Modusnya, ia tidak mencatatkan pesanan pada sistem dan mengantongi uang dari pelanggannya. Foto: iStock |
Dengan cara itu, pelanggan tetap menerima makanan dan uang kembalian seperti transaksi biasa. Namun, menurut pengakuan pemilik, uang pembayaran justru diduga masuk ke kantong karyawan.
Kecurigaan pemilik semakin kuat setelah melihat stok bahan makanan banyak berkurang. Di sisi lain, penjualan tunai yang tercatat bahkan disebut tidak mencapai RM500 (setara dengan Rp2,2 juta).
Banyak stok yang habis, tetapi penjualan tunai bahkan tidak mencapai RM500," tulis pemilik tersebut.
Sebab kejadian yang berulang, pemilik kafe lantas memasang CCTV yang mengarah pada meja kasir. Hasilnya gerak-gerik pelaku terlihat jelas tetapi jumlah kerugian totalnya tak diungkap ke publik.
"Saya ingin meminta bantuan semua orang. Biasakan mengambil struk atau memintanya jika staf tidak memberikannya," tulis pemilik tersebut.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN