×
Ad

Bukan Cuma Tebu, Gula Pasir Ternyata Juga Berasal dari Tanaman Ini

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Selasa, 20 Okt 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/fcafotodigital
Jakarta -

Gula pasir yang biasa dipakai di dapur ternyata berasal dari dua tanaman berbeda, tebu dan bit gula. Proses pembuatannya panjang hingga menjadi kristal putih.

Sebagian besar kebutuhan gula dunia dipenuhi oleh dua jenis tanaman, yakni tebu dan bit gula. Keduanya tampak sangat berbeda, tapi sama-sama menghasilkan jenis gula yang sama yaitu sukrosa.

Tebu menyimpan sukrosa di bagian batangnya, sementara bit gula menyimpannya di akar yang tumbuh di dalam tanah.

Setelah dimurnikan, kristal yang dihasilkan dari kedua tanaman ini disebut memiliki sifat kimia yang identik, tidak peduli dari mana asalnya.

Ternyata gula pasir bisa dibuat selain dari tanaman tebu. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Dikutip dari Says Malaysia (8/10), proses pembuatan gula dimulai dari fotosintesis, saat tanaman memanfaatkan sinar matahari, air, dan karbon dioksida untuk membentuk senyawa kaya energi yang kemudian diubah menjadi sukrosa dan disimpan di dalam jaringan tanaman.

Untuk tebu, batang yang telah dipanen dicuci lalu digiling menggunakan mesin berat untuk memeras air sarinya. Ampas yang tersisa disebut bagasse, sementara air perasannya dimurnikan dan dipekatkan melalui penguapan hingga membentuk sirup kental.

Pada tahap inilah molekul sukrosa mulai membentuk kristal melalui proses yang disebut kristalisasi.

Sementara itu, proses untuk bit gula sedikit berbeda. Umbi bit dicuci, diiris tipis, lalu direndam air panas untuk menarik sukrosa keluar dari jaringan tanaman.

Ada umbi bit gula yang juga bisa diproses menjadi gula pasir. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Cairan yang dihasilkan kemudian dibersihkan, dipekatkan, dan dikristalkan sebelum akhirnya dipisahkan menggunakan alat sentrifugal.

Warna kecokelatan pada gula mentah berasal dari molase, cairan kental yang masih menempel pada kristal saat pertama kali terbentuk.

Proses pemurnian lebih lanjut melalui pelelehan, penyaringan, dan kristalisasi ulang menghilangkan molase tersebut hingga tersisa kristal sukrosa bening yang kita kenal sebagai gula putih.

Istilah "gula rafinasi" pun kerap disalahpahami sebagai gula yang diputihkan dengan bahan kimia, padahal proses tersebut sekadar memisahkan sukrosa dari zat-zat non-gula yang menyertainya, bukan mengubah struktur kimianya.

Molase dan ampas tebu yang menjadi hasil sampingan proses ini pun tidak dibuang sia-sia.

Molase biasa dimanfaatkan untuk industri makanan, fermentasi, hingga pakan ternak, sementara ampas tebu dipakai sebagai bahan bakar di pabrik-pabrik gula.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(dfl/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork