Jaringan kopitiam terkenal di Malaysia ini diprotes seorang netizen lantaran cara penulisan informasi menunya. Netizen itu menuding pihak kopitiam malah menjadikan bahasa Malaysia sebagai bahasa ketiga.
Buku menu jadi bagian penting dari sebuah jaringan restoran karena bisa menampilkan pilihan sekaligus deskripsi tiap hidangan. Biasanya informasinya dimuat dalam tambahan bahasa internasional, seperti Inggris, agar mudah dimengerti secara universal.
Namun, penggunaan bahasa dalam buku menu ternyata bisa memicu protes dari pelanggan. Contohnya dialami jaringan kedai kopitiam ternama di Malaysia, Oriental Kopi.
Dikutip dari World of Buzz (14/10), seorang netizen baru-baru ini mengkritik mereka karena tidak menyertakan Bahasa Malaysia dalam menunya, yang hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.
Netizen itu kemudian mempertanyakan mengapa bahasa nasional dikesampingkan, padahal bahasa tersebut merupakan bahasa resmi negara.
Netizen itu juga melontarkan komentar sinis bahwa Malaysia merupakan salah satu dari sedikit tempat di mana bahasa nasional justru diperlakukan sebagai 'bahasa ketiga'.
"Hanya bahasa Inggris dan bahasa Mandarin yang digunakan, sementara bahasa nasional justru dikesampingkan. Saya belum pernah melihat hal seperti ini terjadi di negara lain. Mereka mengaku sebagai orang Malaysia, tapi tetap lebih mengutamakan bahasa leluhur mereka daripada bahasa negara tempat mereka dilahirkan," tulis netizen tersebut.
Menanggapi unggahan tersebut, pendiri Oriental Kopi, Dato' Calvin Chan, meminta maaf atas kekhilafan yang terjadi. Melalui Threads, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan desain menu baru yang akan mencakup Bahasa Malaysia.
"Terima kasih banyak atas masukan dan saran Anda. Kami sangat menghargainya. Sebagai merek yang lahir di Malaysia, kami senantiasa menghormati Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan kami," ujar Calvin Chan.
Ia melanjutkan, "Kami memohon maaf atas kekurangan ini. Saat ini, kami sedang dalam proses menghadirkan desain menu baru yang akan menyertakan Bahasa Malaysia. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik demi membuat Malaysia bangga."
Calvin juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas masukan yang diberikan dan meminta waktu untuk timnya berupaya memperbaiki menu yang ada.
"Kami sangat menghargai kepedulian Anda terhadap Oriental Kopi, serta kesediaan Anda untuk memberikan waktu dan kesempatan bagi kami untuk melakukan perbaikan di aspek ini," katanya.
Oriental Kopi merupakan jaringan kopitiam asal Malaysia yang berdiri tahun 2020. Sosok pendiri utamanya, Calvin Chan bersama keluarga, yang membuka gerai pertamanya di Johor Jaya.
Dalam waktu cukup singkat, ekspansi Oriental Kopi terbilang pesat. Gerainya kini ada di Kuala Lumpur, Penang, hingga bandara.
Soal menu, Oriental Kopi paling terkenal dengan egg tart. Bahkan Signature Egg Tart Oriental Kopi memegang rekor di Malaysia Book of Records sebagai egg tart tertebal (Thickest Egg Tart).
Untuk menu ikonik lainnya ada Oriental Classic White Coffee, Polo Bun, Nasi Lemak, hingga Mee Siam.
(adr/adr)