Pria Ini Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Segini Penghasilannya

Pria Ini Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Segini Penghasilannya

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 06 Okt 2026 16:00 WIB
Pria Ini Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Segini Penghasilannya
Foto: Instagram @devanshtyagi_
Jakarta -

Seorang konten kreator di India mencoba peruntungan baru. Ia kini jualan kopi di depan gedung perkantoran dan mendapat penghasilan segini!

Tidak sedikit konten kreator merambah ke dunia bisnis kuliner karena berbagai alasan. Ada yang memang punya mimpi untuk membuka usaha kuliner, tapi ada juga yang memang ingin mencari penghasilan lain.

Bagi seorang konten kreator, membuka usaha kuliner mungkin lebih mudah daripada orang biasa. Popularitas mereka mungkin akan menggaet banyak pelanggan untuk mampir dan datang mencicipi langsung jualannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contohnya konten kreator di India ini. Devansh Tyagi membuka sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan di luar kantor perusahaan. Ia pun menguji berapa penghasilan yang bisa didapatkan dalam sehari.

ADVERTISEMENT

Devansh mendokumentasikan eksperimennya tersebut kemudian mengunggahnya di Instagram. Dalam klip terlihat ia sedang menyiapkan kios dan meja beserta kompor gas. Warung kopinya pun sangat sederhana. Pria ini hanya perlu menyiapkan kopi instan, susu, cangkir, peralatan masak dan makan, dan perlengkapan lainnya.

Meskipun sederhana, pria India ini tetap ingin memberikan kesan kopi ala kafe kepada pelanggan. Oleh karena itu, ia pun menawarkan empat varian rasa kopi dan menjual setiap cangkirnya seharga Rs 40 atau sekitar Rp7.426, lapor news18.com (4/10).

Pria Ini Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Segini PenghasilannyaKonten kreator ini mencoba untuk jualan kopi di depan gedung kantor. Foto: Instagram @devanshtyagi_

Konten kreator ini bercerita kalau ia menyiapkan kopi ini sejak pagi sehingga pukul 10 pagi warungnya sudah siap dibuka. Lalu ia dengan cepat merebus susu di atas kompor gas.

"Saya menyiapkan semuanya di pagi hari, dan pukul 10 pagi, kedai kopi saya sudah siap. Kemudian saya dengan cepat merebus susu di atas kompor gas dan untuk memberikan pelanggan nuansa kopi seperti di kafe, saya menggunakan empat rasa," jelasnya.

Ketika karyawan kantor mulai keluar di jam istirahat pagi mereka, Devansh langsung melayani pelanggan sendiri dan meminta ulasan balik tentang apa yang pelanggan rasakan terhadap kopinya.

Usaha yang awalnya hanya iseng atau coba-coba ini rupanya membuahkan hasil positif. Devansh mengklaim dirinya telah menjual 40 cangkir dalam dua jam pertama. Namun, periode di siang hari relatif sepi.

Kabar baiknya, bisnis ini kembali ramai di malam hari ketika para karyawan kantoran keluar. Permintaan kopi juga meningkat, sehingga Devansh perlu menyiapkannya dengan cepat karena ia membuatnya secara manual, tidak pakai mesin kopi.

"Tangan saya bekerja dua kali lebih cepat, dan uang terus mengalir tanpa henti," katanya.

Tidak lama kemudian, stok kopinya pun habis. Di akhir hari, Devansh mengklaim berhasil menjual sekitar 450 cangkir kopi. Dengan harga per cangkirnya dibanderol Rs 40, total penjualannya per hari pun mencapai Rs 18.000 atau sekitar Rp3.341.592. Namun, angka ini hanya pendapatan kotor, bukan pendapatan bersih.

Pria Ini Iseng Jualan Kopi di Depan Kantor, Segini PenghasilannyaIa mengaku bisa menjual 450 cangkir kopi sehari. Foto: Instagram @devanshtyagi_

Eksperimen yang dilakukan konten kreator ini mengunggah reaksi beragam dari netizen. Tidak sedikit netizen merasa jika menjual 450 cangkir setiap hari mungkin tidak semudah yang ditunjukkan dalam video tersebut. Banyak juga yang terkejut dengan pendapatan penjualannya yang mencapai Rp3 juta.

Seorang netizen berkomentar, "Saudaraku, kamu menunjukkan bisnis kopi yang terlihat sangat mudah di video ini, tetapi kenyatannya tidak semudah itu."

"1 hari Rs 18.000 (Rp3,3 juta), satu bulan Rs 540.000 (Rp100 juta), stok Rs 250.000 (Rp46 juta), tabungan 290.000 (Rp53 juta), berbisnislah kawan," ujar netizen lain.

Netizen lain menganggap apa yang ditunjukkan oleh konten kreator tersebut palsu.

"Saya rasa jumlah cangkir dan penjualan yang Anda tampilkan itu palsu. Jumlahnya tampak tidak realistis dan saya tidak percaya angka-angka tersebut asli," ujar netizen lain.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads