Sebut Makanan di Maskapai SQ Buruk, Bos AirAsia Diserang Netizen

Sebut Makanan di Maskapai SQ Buruk, Bos AirAsia Diserang Netizen

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Senin, 05 Okt 2026 12:30 WIB
Sebut Makanan di Maskapai SQ Buruk, Bos AirAsia Diserang Netizen
Foto: Instagram Tony Fernandes via Mothership
Jakarta -

Tony Fernandes mengulas pelayanan maskapai Singapore Airlines (SQ) lewat unggahan Instagram pribadi. Ia memuji pelayanannya yang memuaskan, tapi bilang makanannya buruk!

CEO AirAsia, Tony Fernandes, bukan kali pertama membagikan pengalamannya sebagai penumpang di maskapai komersial lain. Lewat unggahan Instagram (1/10), ia menceritakan pengalaman terbang dengan Singapore Airlines (SQ) setelah gagal mendapat kursi di penerbangan AirAsia sendiri.

Melalui serangkaian foto, pria 62 tahun ini mengakui layanan SQ sangat baik dan koneksi internetnya "luar biasa". Namun soal makanan, penilaiannya berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Santan jauh, jauh lebih baik, dan awak kabin pun mengakuinya. Penerbangan yang hebat, tapi kami tidak kalah saing," tulis Fernandes dalam keterangan fotonya, merujuk pada layanan makanan andalan AirAsia.

Santan merupakan merek layanan makanan dalam pesawat milik AirAsia, maskapai berbiaya hemat asal Malaysia, yang menyajikan hidangan ala ASEAN seperti nasi lemak dan nasi ayam sebagai menu andalan.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Mothership SG (3/10), unggahan itu memicu beragam komentar warganet yang membandingkan kedua maskapai secara langsung.

Sebagian sependapat soal keunggulan Santan. Seorang netizen menyebut, "Tidak ada yang bisa menandingi makanan (buatan) Santan".

Namun banyak juga yang menyoroti aspek lain yang dianggap lebih krusial bagi penumpang dibanding urusan rasa makanan semata.

"Tapi mereka berangkat tepat waktu," tulis salah satu warganet, menyinggung reputasi ketepatan waktu maskapai SQ dan seolah membandingkannya dengan performa AirAsia.

Ada pula yang menyinggung soal ruang kaki secara jenaka, "Setidaknya saya tidak perlu memotong kaki sampai lutut untuk bisa duduk di Singapore Airlines," sahut seorang netizen.

Tak sedikit yang justru mempertanyakan alasan Fernandes gagal terbang dengan maskapainya sendiri.

"Apakah karena penerbangan AirAsia Anda dibatalkan atau ditunda? Menurut saya, itu lebih penting daripada soal makanan atau layanan," bunyi komentar tajam warganet lain, yang ramai mendapat dukungan warganet lainnya.

Unggahan ini muncul tak lama setelah SQ mengumumkan peluncuran lebih dari 100 menu pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup baru maupun yang diperbarui untuk seluruh kelas kabin.

Momennya juga berdekatan dengan penobatan SQ sebagai Maskapai Terbaik Dunia, serta penghargaan Katering Kelas Ekonomi Terbaik Dunia dari lembaga pemeringkat penerbangan asal Inggris, Skytrax.

Hingga berita ini ditulis, baik Fernandes maupun pihak AirAsia, belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas ramainya respons warganet terhadap unggahan tersebut.

(adr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads