5 Cara Memilih Cokelat yang Lebih Sehat Biar Ngemil Jadi Nggak Was-was

5 Cara Memilih Cokelat yang Lebih Sehat Biar Ngemil Jadi Nggak Was-was

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 30 Sep 2026 12:30 WIB
Apa Perbedaan Cokelat Compound dan Couverture?
Foto: Tetiana Bykovets/Unsplash
Jakarta -

Makan cokelat tak hanya bisa menjadi opsi menikmati makanan manis. Cokelat juga bisa menjadi asupan yang lebih sehat, asalkan memerhatikan hal berikut.

Cokelat menjadi salah satu camilan yang sulit ditolak karena rasanya manis dan teksturnya lembut. Makanan ini juga kerap dinikmati sebagai teman bersantai.

Meski begitu, tidak semua cokelat memiliki kandungan yang sama. Jenis dan komposisi bahan yang digunakan dapat membuat nilai gizinya berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memilih cokelat sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa atau merek. Ada beberapa hal pada kemasan yang bisa diperhatikan sebelum memasukkannya ke keranjang belanja.

Dilansir dari laman AARP (2/2/2026), ini 5 tips memilih cokelat yang lebih sehat:

Cokelat yang Selalu Ada dalam Perayaan Ternyata Penuh MaknaSaat membeli cokelat sebaiknya memerhatikan komposisi bahan yang tertulis pada kemasannya. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

1. Perhatikan Komposisinya

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat membeli cokelat adalah daftar bahan pada kemasannya. Semakin sedikit bahan yang digunakan, maka biasanya semakin sederhana produk tersebut.

ADVERTISEMENT

Cokelat asli biasanya dibuat dari biji kakao, cocoa solids, dan gula. Kim Hack, pemilik Cocoa + Co. di Chicago, menyebut komposisi sederhana sebagai salah satu ciri cokelat sebenarnya.

Hindari cokelat yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa, pewarna, atau perisa buatan. Bahan tambahan tersebut tidak memberikan banyak manfaat nutrisi pada cokelat.

2. Pilih Kandungan Kakao 70%

Persentase kakao juga penting untuk diperhatikan saat memilih cokelat. Semakin tinggi persentase kakao, biasanya semakin sedikit gula yang terkandung di dalamnya.

Cokelat dengan 70% kakao mengandung sekitar 30% gula. Sementara cokelat 85% kakao hanya mengandung sekitar 15% gula.

Cokelat hitam mengandung setidaknya 50% kakao dan memiliki rasa lebih pekat. Kakao juga menjadi sumber flavanol dan antioksidan yang dikaitkan dengan manfaat untuk kesehatan jantung.

3. Waspada Bahan Tambahan

Tambahan bahan pada cokelat tidak selalu buruk dan beberapa justru bisa memberikan manfaat nutrisi. Kacang-kacangan, misalnya, mengandung lemak sehat yang dapat menambah nilai gizi.

Namun, tidak semua tambahan memiliki manfaat yang sama. Karamel memang membuat cokelat semakin lezat, tetapi juga menambah gula tanpa memberikan banyak nutrisi.

Jenis cokelat juga perlu diperhatikan dari kandungan kakaonya. Cokelat susu mengandung maksimal 49% kakao, sedangkan cokelat putih tidak mengandung kakao sama sekali.

Woman biting a chocolate barCokelat dengan kadar gula yang rendah lebih disarankan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

4. Cokelat Rendah Gula Lebih Disarankan

Semakin rendah kandungan gula, maka semakin baik cokelat untuk menjadi bagian dari pola makan seimbang. Anjuran yang disebutkan adalah memilih cokelat dengan maksimal 8 gram gula per 28 gram.

Cokelat yang menggunakan madu, gula kelapa, agave atau kurma tetap mengandung kalori. Pemanis tersebut juga tetap dapat meningkatkan kadar gula darah.

Bagi penderita diabetes, cokelat dengan pemanis seperti stevia dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, jumlah konsumsi tetap perlu diperhatikan sesuai kebutuhan masing-masing.

5. Batasi Porsi Asupan Cokelat

Informasi nutrisi pada kemasan biasanya berlaku untuk porsi tertentu, bukan selalu untuk seluruh batang cokelat. Jangan langsung menghabiskan satu batang hanya karena ukurannya terlihat kecil.

Jumlah yang dianjurkan adalah sekitar 1 hingga 2 ons cokelat per hari. Porsi tersebut setara dengan sekitar 28 hingga 57 gram cokelat.

Memilih cokelat dengan persentase kakao tinggi juga tidak berarti boleh mengonsumsinya tanpa batas. Pilih persentase kakao tertinggi yang tetap terasa nikmat agar menikmati cokelat tetap menyenangkan.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads