Warga Odisha, India membuat sambal unik dari semut merah. Sambal khas Mayurbhanj ini diracik dengan bawang putih, jahe, cabai, dan garam.
Di Odisha, India, ada sambal yang dibuat dari bahan tak biasa. Masyarakat di distrik Mayurbhanj mengolah semut merah menjadi chutney atau sambal pedas khas India.
Chutney dari semut merah ini ternyata telah dikonsumsi komunitas suku setempat selama beberapa generasi, seperti yang dikutip dari Food NDTV (23/9).
Semut yang digunakan adalah red weaver ant atau semut rangrang merah yang secara lokal dikenal sebagai kai.
Semut beserta larvanya dikumpulkan dari sarang yang berada di pepohonan, kemudian diolah menjadi chutney khas yang menjadi bagian dari kuliner masyarakat setempat.
Chutney sendiri merupakan salah satu pelengkap yang banyak ditemukan dalam hidangan India.
Biasanya, chutney dibuat dari sayuran, buah, rempah, atau bahan lain yang dihaluskan untuk memberikan rasa lebih kuat pada makanan.
Namun, masyarakat di Mayurbhanj memiliki cara berbeda. Semut rangrang merah yang sudah dikumpulkan dibersihkan terlebih dahulu bersama bagian-bagian yang akan digunakan untuk membuat chutney.
Setelah itu, semut digiling bersama garam, bawang putih, jahe, dan cabai. Beberapa resep juga menambahkan daun mint untuk memberikan aroma serta rasa yang lebih segar.
Proses pengolahannya secara tradisional dilakukan menggunakan alat penggiling batu yang dikenal sebagai sil batta. Seluruh bahan dihaluskan hingga menjadi campuran chutney yang siap disantap.
Chutney semut ini memiliki rasa yang tajam dan asam dengan sensasi pedas dari cabai. Masyarakat setempat biasanya menyantapnya sebagai pelengkap makanan sehari-hari, termasuk bersama nasi serta olahan millet.
Jika berkunjung ke Mayurbhanj, chutney tersebut juga dapat ditemukan dalam kondisi segar di pasar mingguan desa.
Kehadirannya bukan sekadar kuliner unik, tetapi juga bagian dari tradisi pangan masyarakat tribal di wilayah tersebut. Keunikan chutney semut ini membuatnya mendapat pengakuan secara resmi.
Similipal Kai Chutney dari Odisha telah memperoleh tag Geographical Indication (GI), dengan sertifikat registrasi yang diterbitkan pada 2 Januari 2024.
Meski dikenal sebagai kuliner khas Mayurbhanj, chutney berbahan semut merah ternyata tidak hanya ditemukan di Odisha.
Masyarakat di wilayah lain di India, seperti Chhattisgarh, juga mengonsumsi chutney semut merah. Namun, cara pengolahan dan karakter chutney di daerah tersebut berbeda.
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana satu bahan yang sama dapat diolah menjadi makanan dengan cita rasa dan tradisi yang berbeda di setiap wilayah. Bagi masyarakat Mayurbhanj, Similipal Kai Chutney bukan sekadar makanan unik.
Chutney ini menjadi bagian dari warisan kuliner lokal yang diwariskan antargenerasi dan kini semakin dikenal karena keunikan bahan serta status GI yang dimilikinya.
Simak Video "Santai Bareng Keluarga di Rumah Makan dengan Suasana Perkampungan"
(raf/adr)