Kulit pisang yang dihaluskan bersama air mengandung kalium dan magnesium, yang punya manfaat untuk keperluan berkebun. Campuran ini bagus untuk tanaman, tapi bukan sebagai pengganti pupuk.
Kulit pisang kerap berakhir di tempat sampah dapur tanpa dimanfaatkan lebih jauh, padahal bagi pemilik tanaman hias maupun sayuran, kulit pisang bisa diolah menjadi nutrisi tambahan yang sederhana dan murah.
Dikutip dari Food NDTV (6/9), cairan hasil blender kulit pisang dengan air bermanfaat karena mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara membuat air kulit pisang ini tergolong praktis. Bahan yang dibutuhkan hanya dua hingga tiga kulit pisang, satu liter air, blender, saringan halus, serta botol atau stoples bersih.
Pertama, potong-potong kulit pisang menjadi bagian kecil agar mudah dihaluskan. Setelah itu, kulit pisang dan air diblender hingga halus, lalu disaring untuk dipisahkan ampas dari cairannya.
Jika hasil saringan terlalu pekat, campuran ini bisa diencerkan dengan tambahan air sebelum digunakan.
Penggunaannya pun sederhana. Air kulit pisang cukup dituangkan ke sekitar pangkal tanaman saat menyiram, bukan disemprotkan ke daun.
Pot atau media tanam juga harus memiliki drainase yang baik agar akar tidak tergenang air.
Idealnya, air kulit pisang tidak diberikan setiap kali menyiram, terutama untuk tanaman dalam ruangan yang rentan terhadap kelebihan air.
Untuk tanaman dalam ruangan, pemilik perlu memeriksa kondisi tanah sebelum menyiramkan cairan tersebut dan memastikan kelebihan air dapat mengalir keluar dari pot.
Jika tanaman sudah memiliki jadwal pemupukan khusus, penambahan air kulit pisang sebaiknya tidak menggantikan rutinitas tersebut.
Kandungan kalium dalam kulit pisang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman yang sehat, sementara pemanfaatannya sekaligus membantu mengurangi limbah dapur.
Meski demikian, air rendaman kulit pisang tidak memiliki profil nutrisi selengkap pupuk yang diformulasikan khusus. Pasalnya, setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Karena itu, penggunaan air kulit pisang sebaiknya hanya menjadi tambahan sesekali, bukan pengganti jadwal pemupukan yang sudah berjalan.
Bagi yang ingin mencoba cara ramah lingkungan ini, kulit pisang bisa menjadi solusi murah sekaligus praktis untuk merawat tanaman di rumah.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN