Microwave memang praktis untuk memanaskan makanan. Namun, perhatikan risiko bahaya seperti meledak dan nutrisi berkurang. Hindari memasukkan 10 benda dan makanan ini ke dalam microwave.
Microwave selalu menjadi perangkat andalan di dapur untuk memanaskan sisa makanan dengan praktis dan cepat. Peralatan ini bekerja menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memanaskan molekul air di dalam makanan secara instan.
Namun, tidak semua bahan bersahabat dengan gelombang elektromagnetik. Memasukkan benda atau bahan makanan yang salah tidak hanya merusak cita rasa hidangan, tetapi juga berisiko merusak perangkat hingga memicu insiden kebakaran di dapur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Southern Living (8/9), hindari memanaskan 10 benda ini ke dalam microwave demi menjaga keamanan serta kualitas makanan:
1. Logam dan Aluminium Foil
Material logam memantulkan energi microwave alih-alih menyerapnya. Reaksi ini memicu percikan api dan kebakaran kecil. Selalu pindahkan makanan ke wadah khusus yang aman.
2. Wadah Styrofoam
Sebagian besar kemasan Styrofoam rentan meleleh saat dipanaskan. Hal ini berisiko melepaskan zat kimia beracun ke dalam hidangan. Gunakan wadah kaca sebagai alternatif.
3. Kantong Kertas
Ilustrasi paper bag. Foto: With Mahdy/Unsplash |
Berbeda dengan tisu dapur atau kertas roti yang aman, kantong kertas kemasan biasa dapat memicu panas berlebih, mengeluarkan asap beracun, dan rentan terbakar.
4. ASI dan Susu Formula
Microwave sering memanaskan cairan secara tidak merata, menciptakan titik panas yang berbahaya bagi mulut bayi. Panas berlebih juga berisiko merusak nutrisi penting ASI.
5. Telur Utuh (dengan Kulit)
Memanaskan telur utuh merupakan kesalahan fatal. Uap panas yang menumpuk pesat di dalam cangkang dipastikan akan membuat telur meledak seketika.
6. Kentang Utuh Tanpa Ditusuk
Sama halnya seperti telur, uap panas dapat terperangkap rapat di dalam kentang utuh. Selalu tusuk permukaannya dengan garpu agar uap bisa keluar perlahan.
7. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis mengandung natrium nitrit. Memanaskannya di microwave dapat memicu pembentukan senyawa berbahaya serta membuat tekstur daging menjadi kering.
8. Sayuran Hijau Berdaun
Meskipun terkesan aman, sayuran hijau yang terlalu kering dapat memicu munculnya percikan api atau asap. Lebih baik olah sayuran ini menggunakan kompor.
9. Cabai
cabai merah: Foto (kartika sari/detikSumut) |
Memanaskan cabai di microwave terbukti melepaskan senyawa capsaicin ke udara. Uap pedasnya dapat mengiritasi mata dan paru-paru mirip dengan efek semprotan merica.
10. Sisa Gorengan
Memanaskan sisa makanan berbalut tepung memang tidak berbahaya, tetapi uap air yang terperangkap akan membuatnya menjadi lembek. Sebaiknya gunakan air fryer untuk menjaga kerenyahannya.
Memahami batasan penggunaan microwave sangat krusial untuk menjaga kualitas masakan dan mencegah kecelakaan. Selalu pastikan menggunakan peralatan yang berlabel microwave-safe.
Simak Video "Sharp Microwave Oven: Serbaguna untuk Segala Masakan"
[Gambas:Video 20detik] (yms/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN