Kenapa pelayan restoran mengangkat piring sebelum semua orang selesai makan? Ternyata ada etika makan dan alasan di balik kebiasaan tersebut.
Pernah merasa bingung ketika piring langsung diangkat pelayan restoran, padahal teman semeja masih asyik makan?
Kebiasaan ini ternyata berkaitan dengan etika makan dan gaya pelayanan restoran yang kini semakin beragam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam etika makan tradisional, pelayan seharusnya menunggu sampai seluruh orang di satu meja selesai makan sebelum membersihkan piring.
Namun, di banyak restoran masa kini, piring bisa saja diangkat satu per satu ketika pelanggan sudah selesai.
Hal ini kemudian membuat sebagian pelanggan bertanya-tanya, apakah pelayan sedang memberikan pelayanan atau justru memberi tanda agar segera meninggalkan meja?
Dikutip dari Fox News (3/9) berikut penjelasannya.
1. Maksud Pelayan Angkat Piring
Pelayan bersihkan meja Foto: Getty Images/Wengen Ling |
Menurut konsultan restoran Salar Sheik dari Savory Hospitality Restaurant Consulting di Los Angeles, piring yang diangkat lebih dulu tidak selalu berarti pelanggan sedang diminta segera pergi.
Pelayan bisa saja hanya ingin menjaga meja tetap rapi dan memastikan alur pelayanan berjalan lancar.
"Pelayan hanya berusaha menjaga meja tetap rapi, mempertahankan alur pelayanan, dan mempersiapkan hidangan berikutnya," kata Sheik.
2. Bahasa Tubuh Pelanggan jadi Tanda
Namun, menentukan waktu yang tepat untuk mengangkat piring memang membutuhkan kepekaan. Pelayan biasanya memperhatikan bahasa tubuh pelanggan sebelum mengambil piring yang sudah kosong atau hampir kosong.
Menurut Sheik, beberapa tanda yang bisa diperhatikan antara lain pelanggan mendorong piring menjauh, meletakkan alat makan berdampingan, bersandar menjauhi meja, atau melihat ke arah pelayan ketika makanan di piring sudah sedikit atau habis.
Kemampuan membaca situasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan restoran. Jika pelayan salah membaca tanda, pelanggan justru bisa merasa tidak nyaman karena seolah-olah didesak untuk segera menyelesaikan makan.
Sheik mengatakan pelayan yang berulang kali mendekati meja atau berusaha mengambil piring ketika seseorang masih makan dapat membuat tamu merasa terburu-buru. Kondisi tersebut bahkan bisa menjadi tanda pelayanan yang kurang baik.
3. Pelanggan Bisa Beri Tanda agar Piring Diangkat
Pelayan bersihkan meja. Ilustrasi Foto: Getty Images/Wengen Ling |
Sebaliknya, pelanggan juga bisa memberikan tanda kepada pelayan mengenai apakah mereka masih makan atau sudah selesai. Dalam etika makan tertentu, posisi pisau dan garpu dapat menjadi salah satu petunjuk.
Misalnya pisau dan garpu yang disilangkan di atas piring dapat menandakan bahwa pelanggan masih makan atau sedang beristirahat sejenak.
Sementara itu, alat makan yang diletakkan berdampingan dengan posisi kira-kira seperti arah pukul empat dapat menunjukkan bahwa santapan sudah selesai.
Sheik juga menyebut alat makan sebagai salah satu petunjuk, tetapi mengingatkan bahwa aturan tersebut tidak berlaku secara universal.
4. Pelayan Bisa Bertanya Langsung
Kebiasaan dan etika makan dapat berbeda antara satu negara, budaya, bahkan restoran dengan restoran lainnya.
Karena itu, cara paling sederhana untuk menghindari salah paham sebenarnya adalah dengan bertanya langsung. Menurut Sheik, pelayan seharusnya memastikan terlebih dahulu sebelum mengambil piring pelanggan.
"Jika ada keraguan, pelayan seharusnya selalu bertanya, 'Bolehkah saya membersihkan piring ini?'" ujarnya.
5. Pelanggan juga Harus Peka Situasi
Ilustrasi pelayan restoran. Foto: Getty Images/ATHVisions |
Di sisi lain, pelanggan juga perlu memahami bahwa meja restoran tidak bisa digunakan tanpa batas waktu. Tidak ada aturan universal mengenai berapa lama seseorang boleh duduk di meja setelah selesai makan.
Lama waktu tersebut bergantung pada jenis restoran, jumlah orang dalam satu rombongan, adanya pelanggan lain yang sedang menunggu, hingga apakah restoran telah menetapkan batas waktu makan.
Pelanggan disarankan melihat situasi di sekitar restoran. Jika banyak orang sedang mengantre untuk mendapatkan meja, pelanggan sebaiknya mempertimbangkan kondisi tersebut dan tidak terlalu lama berlama-lama setelah selesai makan.
Namun, jika restoran sedang tidak ramai dan tidak ada pelanggan yang menunggu, pelanggan tetap bisa menikmati waktu mereka dengan santai.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN