Panci stainless steel yang kusam atau berbintik bukan tanda kerusakan, melainkan efek panas dan mineral yang bisa dibersihkan. Begini solusinya!
Panci berbahan stainless steel yang dulunya berkilau kerap terlihat kusam atau muncul bercak setelah lama digunakan.
Kondisi ini disebut normal dan tidak menandakan kualitas panci menurun, seperti diungkap Southern Living (6/9).
Perubahan warna dan bercak pada panci stainless steel tidak hanya dialami peralatan masak murah, tetapi juga produk kelas atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor penyebabnya bukan kualitas bahan, melainkan paparan panas, cara pembersihan, dan aktivitas memasak sehari-hari.
Meski begitu, stainless steel bermutu tinggi seperti tipe 304 atau 18/10 -yang mengandung 18 persen kromium dan 10 persen nikel- diklaim lebih tahan terhadap korosi dan bercak dibanding tipe 18/0 yang lebih murah dan minim kandungan nikel.
Panci berbahan Stainless Steel ternyata juga bisa berkerak. Foto: Taste of Home |
Terdapat tiga jenis perubahan tampilan yang umum terjadi. Pertama, semburat warna pelangi kebiruan atau keunguan muncul akibat panci kosong dipanaskan terlalu lama sehingga kromium dalam logam bereaksi dengan oksigen dan menebalkan lapisan oksida pelindung.
Kedua, bercak putih biasanya berasal dari endapan mineral air saat air menguap, atau dari garam yang dimasukkan ke air dingin sebelum mendidih sehingga mengikis lapisan pelindung dan memicu lubang-lubang kecil (pitting).
Adapun lapisan keruh menyerupai kapur muncul akibat sisa makanan bertepung seperti kentang dan pasta yang mengeras, minyak yang terbakar, atau endapan mineral dan sisa sabun dari mesin pencuci piring.
Kabar baiknya, seluruh noda tersebut bisa dihilangkan dengan bahan sederhana.
Cuka putih yang dicampur air dengan takaran sama dapat dioleskan ke permukaan panci, didiamkan beberapa menit, lalu digosok dengan spons lembut sebelum dibilas dan dikeringkan.
Untuk noda membandel, campuran cuka dan air bisa dipanaskan hingga mendidih perlahan, kemudian dibiarkan dingin sebelum dicuci seperti biasa.
Alternatif lain adalah menggunakan bubuk pembersih yang dicampur sedikit air hingga membentuk pasta, lalu digosok dan dibilas.
Untuk mencegah noda muncul kembali, disarankan menghindari memasak makanan asam dalam waktu lama pada panci baru serta tidak menyimpan makanan asam di dalamnya setelah dimasak.
Memanaskan panci kosong sebaiknya menggunakan api kecil, sementara garam baru ditambahkan setelah air mendidih.
Panci juga perlu dikeringkan tuntas dengan kain lembut agar tidak meninggalkan bercak air baru.


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN