Rahasia Teh Angkringan Solo-Jogja yang Rasanya Khas, Benar Dioplos?

Rahasia Teh Angkringan Solo-Jogja yang Rasanya Khas, Benar Dioplos?

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Minggu, 06 Sep 2026 14:30 WIB
Teh angkringan
Foto: Getty Images/iStockphoto/tri mintarjo
Jakarta -

Teh di angkringan Solo dan Jogja punya rasa khas yang nikmat. Ternyata, rahasianya ada pada tradisi mengoplos berbagai merek teh.

Bagi para pencinta kuliner yang pernah berkunjung ke Solo maupun Yogyakarta, sajian teh di warung angkringan atau Hidangan Istimewa Kampung (HIK) selalu meninggalkan kesan mendalam.

Minuman sederhana ini kerap dinilai memiliki rasa yang jauh lebih kaya, harum, dan pekat dibandingkan teh seduh rumahan pada umumnya. Ternyata, ada teknik khusus di balik pembuatannya yang diwariskan turun-temurun oleh para pedagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Instagram @ozasudewo, pencinta teh Indonesia ini menjelaskan mengoplos teh di angkringan kawasan Solo dan Jogja tidak terjadi begitu saja. Kebiasaan ini berawal dari keinginan kuat setiap penjual untuk memiliki ciri khas dan standar rasa masing-masing.

Identitas rasa inilah yang pada akhirnya membedakan satu kedai angkringan dengan kompetitor lainnya di mata pelanggan.

ADVERTISEMENT

Untuk mencapai standar rasa yang superior tersebut, para pedagang biasanya tidak hanya mengandalkan satu jenis teh. Mereka terbiasa menggabungkan tiga jenis merek teh yang berbeda atau bahkan lebih.

Tujuan utama dari pencampuran ini adalah untuk mengejar tiga elemen krusial dalam secangkir teh tradisional khas Jawa, yaitu aroma wangi yang semerbak, tingkat rasa sepet yang pas di lidah, serta body atau kekentalan teh saat diminum.

Lebih lanjut, praktik meracik teh ini rupanya juga didorong oleh ketidakpuasan para pedagang terhadap kualitas racikan merek teh tunggal yang beredar luas di pasaran.

Dalam praktiknya, sangat sulit menemukan satu merek teh komersial yang sempurna di segala aspek sekaligus.

Sering kali dijumpai ada satu merek teh yang wanginya sudah sangat kuat dan harum, tapi sayangnya rasa sepet dan tingkat kekentalannya masih kurang terasa.

Sebaliknya, ada pula merek teh yang memiliki kekentalan dan rasa sepet yang sangat baik dan pekat, tetapi aromanya justru kurang keluar saat diseduh dengan air panas.

Oleh karena itu, para penjual angkringan memilih jalan keluar yang kreatif. Mereka mengombinasikan beberapa merek teh sekaligus guna menutupi kekurangan dari masing-masing produk.

Hasil akhirnya adalah sebuah racikan teh presisi dengan profil wangi, sepet, dan kekentalan yang sempurna. Semuanya disesuaikan dengan selera, target pasar, dan identitas kedai mereka masing-masing.

(adr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads