Banyak makanan khas negara Asia yang berbahan dasar serangga. Selain menjadi bagian dari tradisi, makanan dari serangga ini juga dikenal enak lho!
Selain berbahan dasar hewan ternak, seperti sapi atau ayam, banyak juga makanan khas berbagai daerah berbahan dasar serangga. Mungkin terdengar tidak biasa, tetapi hewan ini dikenal kaya protein, mudah didaat di alam, dan melimpah, terutama di negara beriklim tripis.
Beberapa negara juga menjadikan serangga sebagai bagian dari tradisi kuliner mereka. Masyarakat masa lalu kerap memanfaatkan apa yang tersedia di alam, lalu mengolahnya menjadi makanan. Mengonsumsi serangga lalu menjadi bagian dari kearifan lokal dan tradisi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis serangga yang dimanfaatkan pun beragam, mulai dari yang umum, seperti ulat sagu atau belalang, sampai serangga yang tidak biasa, seperti semut hingga kalajengking.
Situs TasteAtlas (15/8) mengungkap hidangan serangga terbaik di Asia yang penilaiannya diambil dari audiens melalui serangkaian mekanisme. Berikut top 5 kuliner berbahan serangga terbaik di Asia versi TasteAtlas!
1. Beondegi
Beondogi termasuk salah satu kuliner berbahan serangga khas Korea. Foto: tastingtable.com / Getty Images / Shuttershock |
Beondegi merupakan makanan kaki lima khas Korea Selatan berbahan serangga kepompong ulat sutra. Hewan ini biasa diolah dengan cara direbus atau dikukus, lalu dibumbui sebelum disajikan dalam wadah gelas kertas kecil.
Teksturnya lembut sekaligus renyah. Cita rasanya gurih umami yang berpadu dengan sensasi manis.
Selain menjadi hidangan kaki lima, bondaegi juga kerap disajikan di supermarket dalam kemasan kaleng. Bondaegi kalengan bisa dimasak sesuai selera dengan aneka bumbu pelengkap.
Camilan serangga ini mendapat penilaian 2.7 dari TasteAtlas.
2. Sup Beondegi
Ada juga olahan larva ulat sutra yang diolah dengan cara di sup. Foto: tastingtable.com / Getty Images / Shuttershock |
Selain bondaegi yang dikukus dan direbus lalu dibumbui, di Korea Selatan juga ada sup bondaegi. Bahan dasarnya sama yaitu kepompong atau larva ulat sutra yang direndam dalam kecap manis, kemudian direbus lama dalam air.
Hidangan ini punya cita rasa unik. Beraroma khas, tajam, dan earthy atau seperti aroma tanah. Teksturnya bisa lembut atau renyah, tetapi saat dikunyah, akan meletup di mulut. Supnya sendiri punya cita rasa gurih dan manis, seperti rasa kecap.
Di pub Korea, sup bondaegi biasanya disajikan dengan minuman beralkohol.
TasteAtlas pun memberi penilaian 2.7 untuk sup serangga ini.
3. Hon Mhai
Di Thailand ada hon mhai yang populer. Terbuatnya dari ulat sutra. Foto: tastingtable.com / Getty Images / Shuttershock |
Thailand memang dikenal punya banyak camilan berbahan dasar serangga. Salah satunya Hon Mhai yang secara tradisional memang sangat populer.
Hidangan ini dibuat dengan cara menggoreng ulat sutra, kemudian dibumbui garam, merica, dan terkadang saus rahasia buatan penjual.
Olahan serangga ini punya tekstur renyah, berminyak, dengan rasa gurih. Namun, terkadang rasanya digambarkan sedikit pahit.
Meski terdengar unik dan ekstrem, camilan serangga ini dihargai masyarakat setempat karena kaya protein. Beberapa orang juga percaya bahwa ulat sutra ini memiliki khasiat dalam pengobatan.
Hon Mhai pun diberi penilaian 2.0 oleh TasteAtlas.
4. Inago no tsukudani
Kuliner khas Jepang tidak sekadar berbahan dasar ikan atau daging sapi, tetapi ada juga yang dari serangga. Salah satunya inago no tsukudani yang menggunakan belalang sawah sebagai bahan dasar.
Makanan yang berasal dari pegunugan Nagano dan Fukushima ini dibuat dari belalang dimasak bersama campuran kecap, mirin, dan gula atau dikenal sebagai metode memasak tsukudani.
Setelah dimasak, belalang ini akan terasa renyah dan rasanya digambarkan lembut dan sedikit nutty seperti kacang.
Hidangan ini biasanya dimakan sebagai camilan pendamping minum sake, bir, atau teh. Sering juga disajikan sebagai pendamping makanan utama.
Sayangnya tidak ada penilaian angka yang diberikan TasteAtlas terhadap hidangan ini.
5. Mod Daeng
Di Thailand ada mod daeng, terbuat dari semut merah atau semut rangrang yang biasanya ditemukan di timur laut Thailand. Semut-semut ini biasa dikumpulkan setahun sekali pada musim kemarau dari bulan Februari hingga Mei.
Telurnya atau disebut sebagai kai mod daeng adalah salah satu serangga paling berharga karena rasanya yang kaya dan enak, serta khasiatnya untuk obat. Telur-telurnya juga kaya akan gula, vitamin, dan protein. Di pasar, telur mod daeng biasa dijual mencapai harga tinggi.
Semut dan telurnya bisa digoreng atau dicampur menjadi hidangan omelet. Biasa juga direbus dalam santan untuk pembuatan makanan penutup yang disebut tom kati kai mot daeng.
TasteAtlas tidak memberi penilaian pasti terhadap hidangan ini.
Simak Video "Video: Chef Ragil soal Ide Olahan dari Serangga untuk Menu Makan Gratis"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN