Popcorn kini jadi camilan wajib saat nonton film di bioskop. Siapa sangka, camilan renyah ini dulunya justru dilarang masuk karena dianggap mengganggu!
Sebelum menjadi sumber keuntungan besar bagi bioskop masa kini, popcorn awalnya dianggap tidak pantas untuk dibawa ke dalam bioskop.
Secara historis, popcorn memiliki akar budaya yang sangat tua dan telah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu. Sisa-sisa jagung berondong tertua ditemukan di pesisir utara Peru dengan perkiraan usia mencapai 6.700 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat suku Aztec dan Indian Peru juga menjadikan popcorn sebagai bagian penting dari tradisi mereka. Di Amerika Serikat, popularitas komersialnya baru melonjak pada tahun 1893 ketika Charles Cretors memperkenalkan mesin pembuat popcorn portabel di pameran Chicago World's Fair.
Sejarah Popcorn hingga Jadi Camilan Bioskop Favorit Foto: iStock |
Meski rasanya enak, popcorn awalnya tak diterima di bioskop. Sejarawan film Harry Marks menjelaskan bahwa bioskop pada awal abad ke-20 dibuat menyerupai gedung opera dengan karpet mewah dan dekorasi megah.
"Tujuannya membuat menonton film terasa seperti menyaksikan pertunjukan langsung," ujar Marks dikutip dari RD (04/09/2026).
Pengelola saat itu tak ingin minuman lengket, tangan berminyak, atau butiran popcorn mengotori interior bioskop. Suara orang mengunyah juga dianggap mengganggu karena saat itu film masih bisu dan biasanya diiringi musisi secara langsung.
Keadaan mulai berubah setelah film bersuara populer pada akhir 1920-an dan krisis ekonomi atau Depresi Besar (The Great Depression) melanda di Amerika di era 1930-an.
Saat itu, menonton film menjadi salah satu hiburan yang paling terjangkau bagi orang-orang yang sedang kesulitan ekonomi. Popcorn turut menjadi camilan yang murah, yakni hanya dijual seharga 5 hingga 10 sen (Rp800 - Rp1.500) per kantong.
Memanfaatkan peluang ini, seorang wanita asal Kansas City bernama Julia Braden berhasil meyakinkan pemilik bioskop Linwood Theater untuk mengizinkannya membuka stan popcorn di area lobi bioskop.
Sejarah Popcorn hingga Jadi Camilan Bioskop Favorit Foto: iStock |
Langkah Braden terbukti sangat sukses, hingga ia mampu meraup pendapatan lebih dari 14.000 dolar AS (Rp247 juta) per tahun. Keberhasilan ini akhirnya menyadarkan para pengelola bioskop akan besarnya potensi keuntungan dari penjualan makanan.
Mereka mulai memproduksi popcorn sendiri, mengusir penjual popcorn, dan merenovasi gedung agar memiliki ventilasi yang layak untuk mengoperasikan mesin popcorn.
Pada tahun 1938, seorang manajer bioskop bernama R.J. McKenna bahkan sengaja menurunkan harga tiket untuk menarik penonton agar membeli popcorn, di mana strategi tersebut memberinya keuntungan lebih dari 200.000 dolar AS (Rp3,6 miliar).
Kisah Popcorn Jadi Camilan Wajib Bioskop Foto: Site News/Archive |
Fenomena itu berlanjut sampai sekarang. Tingginya penggemar popcorn juga tercermin dari data yang menunjukkan bahwa 88% penonton rutin memesan popcorn setiap kali mereka menonton film.
Kini, popcorn sulit dipisahkan dari aktivitas menonton film. Di Amerika Serikat, popcorn bahkan disebut menyumbang sekitar 60% dari penjualan makanan dan minuman di bioskop. Di Indonesia, popcorn juga populer sebagai camilan wajib di setiap bioskop meski harganya lebih mahal dari tiket film.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN