Banyak orang memilih untuk menumpuk piring sendiri usai makan di restoran, dengan tujuan memudahkan staf untuk merapikannya. Namun, apakah hal ini benar-benar ideal?
Melansir All Recipes (11/8), sering kali muncul pertanyaan di benak orang, sebaiknya piring ditumpuk atau tidak setelah selesai makan di restoran? Sebagian orang menganggap menumpuk piring justru membantu staf, karena mempercepat proses bersih-bersih meja dan mengurangi bolak-balik ke dapur.
Sebagian lain memilih membiarkan piring apa adanya, khawatir menumpuknya malah bikin berantakan atau memberi kesan yang salah ke staf restoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencari jawaban pastinya, tiga pelaku industri restoran berpengalaman puluhan tahun pun dimintai pendapat.
Jadi, Boleh Tidak Menumpuk Piring?
Jawabannya: tergantung, tapi mayoritas kasus sebaiknya tidak.
Chef sekaligus partner Orchestrate Hospitality di Des Moines, Iowa, George Formaro, menyebut aturan ini sangat bergantung pada jenis restorannya. Menurutnya, di restoran fine dining, tamu sebaiknya tidak ikut campur dan membiarkan staf bekerja sesuai tugasnya.
Di restoran fine dining, staf memang dilatih untuk memberi pengalaman bersantap yang membuat tamu benar-benar bisa rileks dan dilayani sepenuhnya.
Heather Morrison, co-owner sekaligus hospitality director Restaurant Olivia di Denver, mengatakan niat baik tamu yang menumpuk piring memang selalu dipahami staf. Namun di mata mereka, tindakan itu justru bisa terbaca sebagai sinyal bahwa tamu tidak percaya staf mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Jared Giunta, general manager Georgie di Dallas, menambahkan bahwa saat staf melihat tamu menumpuk piring sendiri, biasanya muncul serangkaian pertanyaan di kepala mereka mulai dari kenapa tamu melakukannya, ke mana pelayan yang seharusnya bertugas, sampai apakah tamu sedang terburu-buru atau justru punya latar belakang bekerja di industri restoran.
Menurut Morrison, di banyak restoran table service, tumpukan piring bisa dibaca staf layaknya sinyal darurat, mereka akan langsung mendatangi meja untuk memastikan semuanya baik-baik saja, termasuk kondisi piringnya.
Giunta menjelaskan alasan di baliknya adalah banyak restoran menginvestasikan dana besar untuk perangkat makannya. Piring-piring tersebut bisa berharga sangat mahal, bahkan buatan tangan dalam jumlah terbatas yang butuh waktu berbulan-bulan untuk diganti jika rusak.
Giunta menyebut ini sebagai beban finansial yang tidak kecil bagi restoran. Beberapa piring di restoran steak miliknya di Dallas bahkan punya bentuk bibir piring yang tidak biasa, sehingga staf sendiri pun harus berlatih berkali-kali sebelum benar-benar terampil menumpuknya dengan aman.
Setiap staf baru yang akan turun melayani meja pun lebih dulu dilatih khusus cara menata dan membersihkan piring secara rapi dan terorganisir.
Niat baik tamu menumpuk piring roti di atas piring utama, menurut Morrison, justru sering membuat pekerjaan staf jadi lebih sulit dan bukan lebih mudah karena mengacaukan sistem clearing yang sudah mereka latih. Tumpukan piring di meja pun dianggap terlihat kurang rapi di mata tamu lain.
Efek lainnya ialah tumpukan piring bisa membuat teman semeja merasa terburu-buru untuk ikut menghabiskan makanannya, sekaligus mengganggu jalannya obrolan di meja. Pesan Morrison untuk tamu sebenarnya sederhana, biarkan staf yang bekerja, karena membersihkan meja adalah keahlian yang terus mereka latih dan asah setiap hari.
Kapan Menumpuk Piring Boleh Dilakukan?
Giunta menegaskan aturan ini sebenarnya lebih ditentukan oleh gaya pelayanan dan ketersediaan ruang di meja, bukan semata level kemewahan restoran. Misalnya saat duduk di bar steakhouse yang mewah namun ruang mejanya terbatas, menumpuk piring mentega kecil di atas piring roti yang sudah kosong justru jadi solusi praktis agar tamu di sebelah punya cukup ruang untuk hidangannya.
Di restoran fast-casual yang menerapkan sistem self-clear atau menggunakan alat makan sekali pakai, menumpuk piring sah-sah saja dilakukan. Formaro menambahkan, di restoran kasual dengan pelayan yang sedang kewalahan menangani banyak meja sendirian, menumpuk piring bisa jadi bantuan kecil yang meringankan kerja mereka meski tetap bukan pilihan ideal.
Kalau memang harus menumpuk, Giunta membagikan caranya dengan letakkan piring besar di bagian paling bawah, piring kecil di atasnya, lalu alat makan diletakkan paling atas. Satu hal yang wajib dihindari yakni jangan menumpuk piring yang masih ada sisa makanannya.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN