Jualan Gado-gado di Mekkah, Lapak Ibu Madura Ini Laris Manis!

Jualan Gado-gado di Mekkah, Lapak Ibu Madura Ini Laris Manis!

Yenny Mustika Sari - detikFood
Senin, 10 Agu 2026 11:00 WIB
Penjual gado-gado di Makkah
Foto: TikTok @fadhilraihannn
Jakarta -

Saat beribadah ke Tanah Suci, tak perlu bingung mencari makanan tradisional. Karena banyak penjual makanan khas Indonesia di sana. Salah satunya warung gado-gado viral ini!

Banyak diaspora Indonesia yang tinggal di Mekkah berjualan makanan. Sebut saja seorang wanita asal Madura yang membuka lapak di Mekkah.

Wanita itu menjual gado-gado khas Nusantara. Warung gado-gadonya tampak sederhana karena hanya berupa meja saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan penjual gado-gado ini dibagikan oleh seorang traveller bernama Fadhil Raihan dalam akun TikTok miliknya @fadhilraihannn (4/8/2026).

Dalam unggahannya, Fadhil menginformasikan kalau ada lapak penjual gado-gado yang berlokasi di Jabal Khandamah, area perbukitan di Makkah.

ADVERTISEMENT

Penjual gado-gado yang tak diketahui namanya itu mengaku kalau berasal dari Sampang, Madura. "Dari Sampang, Madura. Keluarga saya semua di Indonesia," ujar sang penjual gado-gado.

Penjual gado-gado di MakkahPenjual gado-gado di Makkah Foto: TikTok @fadhilraihannn

Racikan gado-gado buatan penjual ini tampak menggugah selera. Tampilannya mirip gado-gado di Indonesia, dengan lontong, sayuran rebus, dan sambal kacang yang level pedasnya bisa disesuaikan.

Seporsi gado-gado ini dibanderol 10 Riyal (Rp 47.425). Porsinya cukup mengenyangkan dan mampu mengobati rindu dengan kuliner Nusantara.

Sang penjual juga mengaku kalau ia hanya berjualan sore hari di Jabal Khandamah. Setiap pagi, ia berjualan di lokasi lain, yaitu Arafat.

Penjual gado-gado di MakkahPenjual gado-gado di Makkah Foto: TikTok @fadhilraihannn

Selain penjual gado-gado, di Jabal Khandamah juga ada penjual makanan Indonesia lain yang membuka lapak. Terlihat ada penjual bakso dan mie ayam milik Mas Yadi.

Lalu, di sampingnya juga ada lapak penjual camilan. Mereka berjualan es buah segar dan gorengan seharga 5 Riyal (Rp 23.712).

Menurut pantauan Fadhil, pelanggannya semua adalah orang Indonesia. Mereka ramai datang berkunjung untuk menikmati hidangannya.

"Orang Indo semua yang datang guys," ujar Fadhil.

"Kalau datang ke sini jangan lupa siapkan uang tunai, karena di sini nggak bisa gesek-gesek," pungkasnya.



(yms/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads