Wow! Pesepak Bola Legendaris Ini Buka Kafe di Mekkah

Wow! Pesepak Bola Legendaris Ini Buka Kafe di Mekkah

Yenny Mustika Sari - detikFood
Minggu, 03 Mei 2026 16:00 WIB
Pesepak bola legendaris Malaysia membuka kafe di Makkah
Foto: dok. Bernama
Jakarta -

Pesepak bola legendaris asal Malaysia membuat gebrakan di dunia kuliner. Ia diketahui membuka kafe di Makkah dan laris dikunjungi pelanggan.

Kisah banting setir menjadi penjual makanan kerap mencuri perhatian. Salah satunya adalah kisah mantan pesepak bola nasional Malaysia bernama Hairuddin Omar.

Dilansir dari Says (30/4/2026), Hairuddin omar menjelaskan kalau dirinya sekarang membuka kafe Taste Malaysia di Makkah. Idenya membuka kafe ini karena ingin menyajikan makanan lokal untuk jemaah haji atau umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika mereka berada di sini untuk waktu yang lama, mereka pasti akan merindukan makanan Malaysia. Jadi, saya ingin menyiapkan sesuatu yang bisa membuat mereka merasa lebih dekat dengan rumah," kata Hairuddin Omar.

Pesepak bola yang akrab disapa Hai-O ini mengatakan kalau kafenya mengusung konsep 100 persen lokal Malaysia. Hai-O menuturkan kalau masakan yang ditawarkan benar-benar menggunakan resep autentik dengan bahan berkualitas.

ADVERTISEMENT

Pilihan menu yang ditawarkan oleh Hai-O di kafe miliknya adalah nasi lemak, nasi kerabu, hingga roti canai. Menu-menu ini memang ditawarkan karena sulit menemukan hidangan tersebut di sekitar area jemaah haji.

Pesepak bola legendaris Malaysia membuka kafe di MakkahPesepak bola legendaris Malaysia membuka kafe di Makkah Foto: dok. Bernama

Hairuddin membawa 3 juru masak dari Malayia. Dapur kafe milik pesepak bola legendaris ini berada di daerah Kudai.

Ternyata tak hanya bisnis kafe saja, tapi Hairuddin juga menyediakan makanan untuk beberapa hotel. Makanan itu diperuntukkan untuk ribuan jemaah haji asal Malaysia yang tengah melaksanakan ibadah.

Hairuddin mengatakan fokus utamanya adalah menyiapkan sarapan, karena sebagian besar paket haji hanya menyediakan makan siang, dan makan malam. "Ketika makanan siap, jemaah tidak lagi terbebani dan dapat fokus sepenuhnya pada ibadah," katanya.

Kafe yang dibukanya di Makkah ini tak berjalan mulus, karena tetap ada tantangannya. Salah satunya menyoal peraturan keamanan pangan di Arab Saudi, masalah logistik, dan pasokan bahan baku.

"Beberapa rempah-rempah kami bawa dari Malaysia sehingga rasanya benar-benar asli dan dapat menyembuhkan kerinduan jemaah," jelasnya.

Hairuddin membuka kafenya sejak dini hari, pukul 04.00-22.00 waktu setempat. Waktunya juga kerap diatur sesuai dengan rutinitas harian para jemaah.




(yms/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads