Sama-sama Digemari, Ini Beda Racikan Dirty Coffee vs Dirty Latte!

Ngopi Yuk!

Sama-sama Digemari, Ini Beda Racikan Dirty Coffee vs Dirty Latte!

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 03 Agu 2026 07:00 WIB
5 Fakta Dirty Coffee yang Populer, Asal Muasal hingga Karakternya
Foto: Getty Images/dontree_m
Jakarta -

Istilah dirty coffee dan dirty latte mungkin sering terdengar membingungkan karena namanya yang mirip. Namun, apakah keduanya terdiri dari racikan sama?

Seiring berkembangnya zaman, racikan kopi pun semakin beragam jenisnya.

Akhir-akhir ini muncul racikan kopi populer bernama dirty coffee dan dirty latte. Racikan tersebut dikenal terdiri dari bahan espresso panas yang dituang langsung di atas susu dingin tanpa diaduk untuk menciptakan efek gradasi 'kotor' atau berlapis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, apakah racikan keduanya benar-benar sama atau ada sedikit perbedaan? Dilansir dari caffeinespots.com (29/6), berikut penjelasannya!

1. Mengenal dirty coffee

Dirty Coffee, racikan kopi 'kotor' dari espresso ala JepangDirty Coffee, racikan kopi 'kotor' dari espresso ala Jepang ini menjadi racikan yang populer. Foto: Getty Images/iStockphoto

Dirty coffee merupakan salah satu minuman kopi dengan tampilan menarik secara visual.

ADVERTISEMENT

Minuman ini terdiri dari racikan sederhana, berupa espresso panas yang dituangkan perlahan di atas susu dingin dalam gelas bening, tanpa tambahan es batu.

Minuman ini pun dinikmati langsung dari gelas tanpa sedotan atau diaduk agar terasa sensasi hangat di awal dan dingin di akhir tegukan.

Membiarkan espresso di atas perlahan meresap ke bawah melalui susu Itulah mengapa disebut 'dirty' atau kotor karena kopi seolah menodai susu putih dalam gelas.

2. Asal mula dirty coffee

Meski baru terkenal akhir-akhir ini, racikan kopi tersebut sudah diciptakan sekitar tahun 2010 oleh Katsuyuki Tanaka yang dikenal sebagai Angelstain, pendiri Bear and Pond Espresso.

Menurut wawancara Barista Magazine dengan Tanaka, inspirasi racikan ini datang dari seorang pelanggan yang mengeluh bahwa esnya telah mencari di dalam minuman latte-nya.

Sebagai solusi, Tanaka akhirnya membuat ulang minuman, mencampurkan susu dingin tanpa es dengan espresso kental ala ristetto yang dituangkan langsung di atasnya.

Soal nama, Tanaka mengambilnya dari visual minuman tersebut. Ketika Tanaka menyeduh espresso kentalnya, crema dan kopi akan meninggalkan bekas dan noda di tepi cangkir.

Ia menyebut noda-noda tersebut sebagai 'ketulusan espresso'. Lalu ia menuangkannya di atas susu, menghasilkan efek 'kotor' di dalam gelas.

3. Bedanya dengan es latte

Latte artRacikan dirty coffee dan latte cukup berbeda. Foto: iStock

Baik dirty coffee maupun es latte sama-sama terdiri dari bahan espresso dan susu. Namun, proses pembuatannya berbeda.

Es latte menggunakan susu yang disteam atau dikocok sampai berbusa lalu dituangkan di atas es, dan dicampur dengan espresso. Sedangkan dirty coffee menggunakan susu dingin langsung dari kulkas, tanpa tambahan es sama sekali.

Selain itu, latte biasa bisa disajikan dingin atau panas. Sedangkan dirty coffee hanya bisa disajikan dalam satu bentuk, terdiri dari susu dingin dan espresso panas dalam gelas bening.

Soal rasa, dirty coffee awalnya lebih pekat dan kuat lalu lama kelamaan creamy seimbang. Sedangkan latte, memang awalnya sudah menawarkan rasa kopi yang lembut dan ringan.

Meskipun begitu, kandungan kafein dalam dirty coffee lebih sedikit, sekitar 60-80 mg.

Di sisi lain kafe dalam latte bisa jadi lebih banyak, sekitar 60-126 mg tergantung seberapa banyak shots espresso yang dipakai.

4. Mengenal dirty latte dan bedanya dengan dirty coffee

5 Fakta Dirty Coffee yang Populer, Asal Muasal hingga KarakternyaDirty latte dan dirty coffee sebenarnya dua racikan minuman yang sama. Foto: Getty Images/dontree_m

Tak hanya dirty coffee, ada juga istilah dirty latte yang memicu kebingungan banyak orang.

Rupanya istilah ini awalnya muncul di kafe-kafe Bangkok. Minuman ini merujuk pada racikan sama, yaitu espresso yang dituangkan di atas susu dingin, lalu disajikan dalam gelas bening, tanpa tambahan es.

Kafe-kafe Thailand mengadopsi konsep dari Tanaka, pemilik Bear Pond Tokyo dan mengadaptasi namanya menjadi dirty latte.

Nama 'latte' diambil karena minuman kopi ini berbasis susu, yang mana lebih mudah dikenal banyak orang.

Jika memesan dirty latte di kafe Bangkok, kamu pasti akan menerima racikan yang sama seperti dirty coffee. Terdiri dari segelas susu dingin bening dan satu shot espresso.

5. Ciri khas dirty coffee atau dirty latte

Dirty coffee dan dirty latte merupakan dua racikan kopi yang sama. Hanya istilahnya berbeda di beberapa negara. Di Jepang, lebih akrab dikenal dirty coffee sedangkan di Bangkok lebih sering dikenal dengan sebutan dirty latte.

Ciri khasnya diracik tanpa tambahan es, hanya bermodalkan susu dingin dan espresso panas.

Karena cara minumnya juga tidak diaduk, jadi rasa espresso pekat dan sedikit pahit akan tercecap kuat dalam tegukan pertama.

Setelah terus diminum, barulah kamu akan merasakan keseimbangan rasa espresso dan susu dingin yang telah tercampur.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads