Ulah kurir GrabWalk ini membuat seorang pelanggan khawatir. Usai pelanggan menunggu pesanan datang selama 1,5 jam, sopir itu tak berhenti telepon dan paksa minta tip Rp56 ribu!
Memberi uang tip bukan salah satu hal yang wajib dilakukan oleh pelanggan ketika memakai jasa ojek online (ojol).
Biasanya tip diberikan secara sukarela, ketika memang pelanggan mau dan merasa puas dengan pelayanan jasa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tidak sedikit kejadian menunjukkan sopir ojek online yang meminta tip secara paksa, seperti yang terjadi baru-baru ini di Singapura.
Lewat unggahan Instagram @spyvonne_chloe, pelanggan yang akrab disapa Yvonne menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat memesan bubble milk tea lewat aplikasi Grab.
Menurut Yvonne, saat itu dirinya merasa pusing dan menginginkan sesuatu yang manis. Akhirnya ia memesan bubble milk tea dari gerai iTea di Elias Mall lewat aplikasi Grab, lapor stomp.sg (1/8).
Pelanggan khawatir dengan ulah sopir GrabWalk yang mengambil pesanan milk teanya. Foto: SPYVONNE_CHLOE/INSTAGRAM |
Bukan GrabBike atau GrabFood, Yvonne kemudian mendapat kurir dari GrabWalk, sebuah metode pengiriman makanan di mana pesanan diantar oleh kurir dengan berjalan kaki.
Dalam unggahannya, wanita 40 tahun ini mengungkap jarak gerai iTea dengan rumahnya memakan waktu 30-45 menit dengan berjalan kaki atau sekitar tiga sampai 5 halte bus.
Awalnya, sopir memberi pesan kalau rumahnya cukup jauh dari mall. Kemudian, wanita ini mendapat pesan di pukul 13.10 siang di mana kurir itu meminta pelanggan mengganti kerugian sebesar 4 SGD (Rp56.217) karena jarak yang menurutnya jauh.
Aplikasi Grab lalu menunjukkan pesanan telah diantar pada pukul 13.16 setelah dua kali tertunda. Sayangnya, Yvonne sama sekali tidak melihat pesanannya datang.
Yvonne menambahkan bahwa ia sempat mengirim pesan singkat ke sopir ojek online di pukul 13.20 untuk menanyakan di mana lokasi minumannya berada. Namun, kurir itu tidak membalas pesannya.
Lalu, 10 menit kemudian ia mengklaim bahwa kurir itu menghubunginya berulang kali melalui aplikasi tersebut. Karena takut dan khawatir akan apa yang mungkin terjadi, Yvonne tidak menjawab telepon kurir.
Pelanggan ini sempat ditelpon berkali-kali dan dimintai uang tip. Foto: SPYVONNE_CHLOE/INSTAGRAM |
Ketika minumannya akhirnya tiba, ia mengatakan bahwa kurir GrabWalk itu tidak langsung pergi melainkan terus menelponnya.
"Telepon-telepon itu sepertinya tidak pernah berhenti. Bayangkan betapa takutnya saya," tulisnya.
Yvonne sampai perlu menunggu lebih lama untuk mengambil minuman dari depan pintu rumahnya.
Setelah pesanan selesai, ia dipaksa memberi kurir dari aplikasi ojek online tersebut peringkat bintang lima. Padahal, pelayanan yang diberikan tidak sebagus itu karena wanita ini perlu menunggu sekitar satu setengah jam dan juga ditelpon berkali-kali oleh sopir tersebut.
"Meskipun begitu, saya menghargai usaha yang Anda curahkan untuk menyelesaikan pengiriman ini," ujarnya.
Berbicara kepada Stomp, Yvonne mangatakan bahwa ini kedua kalinya ia mendapat sopir GrabWalk. Biasanya ia juga hanya memberi tip kepada sopir di saat cuaca sedang buruk.
Unggahannya ramai dibanjiri komentar netizen. Banyak yang prihatin dan merasa bahwa sopir ojek online itu sebenarnya sengaja melakukan hal tersebut supaya diberi tip.
Mengenai insiden tersebut, Yvonne mengatakan bahwa dia sangat menghargai upaya yang dilakukan para pengantar makanan. Namun, ia berharap sopir ojek online tidak meminta tip dengan cara yang dapat membuat pelanggan merasa tertekan, stres, tidak nyaman, atau bahkan terintimidasi.
"Saya berharap pihak Grab dapat meninjau kembali apakah sistem pemberian tip dan penilaian mungkin secara tidak sengaja menciptakan tekanan bagi pelanggan," pungkasnya.
(aqr/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN