Wanita ini mengkritik tren kencan di warung makan sederhana dianggap 'low effort'. Pendapatnya viral hingga memicu debat soal makna kencan.
Tradisi makan di kedai mamak atau warung makan kaki lima menjadi salah satu pilihan kencan sederhana yang populer di Malaysia.
Tempat makan bergaya India-Muslim ini dikenal menawarkan makanan terjangkau, suasana santai, serta sering menjadi lokasi berkumpul bersama teman maupun pasangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, baru-baru ini konsep "mamak date" menuai perdebatan di media sosial.
Seorang wanita Malaysia mengkritik kebiasaan tersebut dan menyebut kencan di mamak sebagai pilihan yang menunjukkan kurangnya usaha dari pasangan.
Kencan di warung kaki lima. Ilustrasi Foto: Getty Images/twinsterphoto |
Melalui unggahan di Threads, akun @_shaam.moonfaerie mengaku tidak menyukai anggapan bahwa kencan di restoran mamak merupakan hal romantis.
Unggahannya bahkan viral dengan lebih dari 271 ribu tayangan dan mengundang beragam tanggapan dari netizen.
Ia berpendapat bahwa tren mamak date sering kali dipopulerkan oleh pria yang dianggap ingin membenarkan kencan sederhana karena keterbatasan biaya.
Menurutnya, perempuan tetap perlu memiliki standar dalam memilih pasangan.
"Memiliki standar bukan berarti kamu sulit. Itu berarti kamu tahu apa yang pantas kamu dapatkan," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Kencan di warung kaki lima. Ilustrasi Foto: Getty Images/twinsterphoto |
Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan. Banyak warganet tidak setuju jika tempat makan murah langsung dianggap sebagai tanda pasangan tidak memiliki usaha.
Sebagian pengguna media sosial menilai bahwa nilai sebuah kencan tidak hanya ditentukan dari harga makanan atau lokasi restoran. Bagi mereka, kenyamanan dan kualitas waktu bersama pasangan jauh lebih penting.
Seorang kreator konten Malaysia, Arvind Dhivara, turut memberikan pandangannya mengenai mamak date.
Ia menyebut kencan di tempat sederhana bukan selalu soal menghemat uang, tetapi bisa menjadi momen untuk mengenal pasangan lebih dekat.
"Siapa pun bisa tampil mengesankan di tempat mewah, tetapi di mamak tidak ada yang perlu ditutupi," ujarnya.
Menurutnya, suasana santai di restoran mamak justru membuat pasangan bisa lebih menjadi diri sendiri.
Ia juga menilai mamak date bisa menjadi pilihan menarik untuk kencan pertama karena suasananya tidak terlalu formal.
Pendapat serupa datang dari netizen lain yang merasa makan di mamak tidak mengurangi nilai seseorang.
Menurut mereka, masalah sebenarnya bukan lokasi makan, melainkan apakah pasangan benar-benar menunjukkan perhatian dan usaha dalam hubungan.
"Seorang perempuan bisa punya standar sekaligus tetap menikmati hal-hal sederhana," ujar salah satu komentar.
Meski begitu, ada juga yang memahami sudut pandang wanita tersebut. Mereka menilai keinginan mendapatkan usaha lebih dari pasangan bukan berarti harus selalu makan di restoran mahal.
Beberapa netizen menyebut aktivitas seperti piknik, mengunjungi toko buku, jalan sore, atau menikmati pemandangan matahari terbenam juga bisa menjadi pilihan kencan dengan biaya terjangkau. Hal utama yang dicari adalah niat dan perencanaan dari pasangan.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN