French press dan aero press sering dianggap sama, padahal kedua alat seduh ini punya cara kerja berbeda. Alat ini juga menghasilkan minuman dengan karakteristik tersendiri.
Selain biji kopi, alat dan metode penyeduhan kopi juga perlu diperhatikan. Pasalnya hal ini juga akan memengaruhi cita rasa minuman kopi.
Di antara banyaknya metode penyeduhan kopi, mungkin kamu pernah mendengar dua yang paling populer yaitu French press dan aero press. Keduanya memang menggunakan metode yang dikenal sebagai metode perendaman penuh, di mana bubuk kopi direndam dalam air panas sebelum disaring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan di antara kedua perangkat tersebut.
Lantas, apa saja perbedaannya? Dilansir dari coffeeness.de (10/3/2026), berikut penjelasannya!
1. Mengenal French press
French press coffee termasuk salah satu metode penyeduhan populer. Foto: Getty Images/iStockphoto/microgen |
French press merupakan alat seduh kopi yang sudah ditemukan pada awal abad ke-20. Dari dulu sampai sekarang, alat seduh ini masih menjadi favorit banyak orang karena kepraktisannya dan kemampuannya menjaga karakter rasa dan kopi secara utuh.
Alat seduh ini juga menjadi salah satu metode penyeduhan kopi paling sederhana tetapi cocok untuk menyeduh kopi skala rumahan.
French press terdiri dari bejana silinder, biasanya berbahan dasar kaca atau stainless steel, dengan piston, dan filter logam yang bisa ditekan ke bawah.
French press pun tidak menggunakan kertas filter karena kopi bisa diseduh langsung dalam air panas, sehingga semua minyak alami dan partikel halus kopi tetap tercampur dalam hasil seduhan.
Itulah alasan mengapa French press dikenal menghasilkan seduhan yang lebih kental, penuh, pekat, dan lebih kaya rasa.
2. Cara menggunakan French press
French press merupakan alat yang praktis dan umum dalam membuat kopi. Untuk menyeduh kopi menggunakan alat ini, kamu hanya perlu memasukkan bubuk kopi ke alat, tambahkan air, lalu tekan French press setelah membiarkan bubuk kopi diam selama beberapa menit.
Jika ingin hasil kopinya maksimal, jangan lupa untuk menimbang dan menggilingnya dengan benar. Selain itu, gunakan juga air yang sudah dididhkan sekitar satu menit.
Penyeduh kopi ini cocok digunakan untuk berbagai jenis kopi. French press juga punya banyak ukuran yang bisa disesuaikan dengan kuantitas kopi yang ingin dihasilkan.
3. Mengenal aeropress
Metode aero press mungkin sekilas mirip french press tetapi sebenarnya berbeda. Foto: Getty Images/Henry Photography |
Di sisi lain ada juga aero press yang juga merupakan alat sedih kopi manual. Alat ini diciptakan oleh Alan Adler pada tahun 2005. Sering dianggap sebagai alat penyeduh kopi sehari-hari karena bentuknya yang ringkas dan mudah dibersihkan.
Bahkan, banyak traveler penikmat kopi sering membawa alat kopi ini dalam tasnya untuk sewaktu-waktu ingin membuat kopi sendiri.
Bentuknya mirip suntukan besar yang terdiri dari chamber (tabung) dan plunger (penekan). Alat ini bekerja dengan tekanan udara yang mengekstrak kopi. Proses tersebut pun menghasilkan seduhan yang terasa lebih clean atau bersih, halus, dan bebas ampas.
4. Cara kerja aeropress
aero press bekerja dengan cara yang cukup berbeda. Foto: Getty Images/Henry Photography |
Hal yang membuat para pecinta kopi tertarik pada aeropress adalah keserbagunaannya yang luar biasa.
Sebenarnya ada dua cara utama dalam menggunakan alat ini. Metode standar mengharuskan kamu mengisi air dan bubuk kopi, lalu mengaduknya, menutup filter, lalu meletakkan aero press di atas cangkir dan tekan pendorong untuk menyeduh kopi.
Sedangkan metode terbalik caranya yaitu dengan meletakkan alat aero press terbalik di atas pendorong. Tambahkan air dan kopi, tunggu hingga kopi meresap, lalu balikkan aero press sebelum menekan pendorongnya.
Metode ini dikenal menghasilkan kopi yang lebih ringan, lebih bersih, tetapi lebih kaya rasa dibandingkan kopi french press. Namun, kamu tetap perlu berkesperimen dengan takaran, ukuran gilingan, dan waktu penyeduhan.
5. Perbandingan French press vs aero press
Dalam metode penyeduhan, French press menggunakan metode perendaman di mana biji kopi dicampur dengan air selama beberapa menit, kemudian disaring pakai filter logam. Sedangkan aero press menggunakan metode tekanan udara, di mana biji kopi dan air dicampur lalu ditekan keluar melalui filter kertas.
Hasil penyeduhannya pun tentu berbeda. Aero press cenderung puya tekstur dan rasa lebih ringan, halus, dan bersih dibandingkan French press yang teksturnya lebih berat, kental, dan rasanya lebih kaya serta creamy.
Kalau mencari yang cepat, aero press pilihan yang tepat karena lebih mudah digunakan. Hanya perlu memasukkan biji kopi, air, dan menekan piston. Sedangkan French press membutuhkan waktu lebih banyak dan keterampilan mengaduk dan menekan piston yang benar untuk hasil kopi optimal.
6. Kelemahan French press dan aeropress
Tak hanya kelebihannya, kekurangan kedua alat ini juga perlu diperhatikan.
Alat French press biasanya terbuat dari kaca yang mudah pecah. Kopi juga mungkin terasa terlalu 'berat' karena ampas yang tercampur di dalamnya.
Di sisi lain, aero press juga bisa mneyebabkan proses penyeduhan kopi berantakan karena kopi perlu dicampur satu sama lain. Selain itu, metode ini juga membutuhkan filter kertas khusus.
Kedua alat ini sebenarnya tergolong murah, efektif, dan mudah digunakan. Oleh karena itu, bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Namun, jika kamu memang sering ada kunjungan tamu, lebih baik memilih French press yang lebih mudah digunakan. Ketika terjadi kesalahan, kamu juga bisa dengan mudah memperbaikinya. Hasil kopinya pun terasa lebih pekat dan beraroma.
Kalau aero press butuh beberapa waktu untuk bereksperimen. Lebih baik menggunakan biji kopi single origin terbaik untuk menonjolkan kualitas bawaan dari biji kopi diproses menggunakan alat ini.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN