Benarkah Minum Kopi 5 Cangkir Sehari Baik untuk Jantung? Ini Kata Dokter

Ngopi Yuk!

Benarkah Minum Kopi 5 Cangkir Sehari Baik untuk Jantung? Ini Kata Dokter

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 26 Jul 2026 07:00 WIB
Pencinta Kopi Wajib Tahu, Ini Bedanya Kopi Instan dan Seduh Manual
Foto: Getty Images/Henadzi Pechan
Jakarta -

Minum kopi hingga lima cangkir sehari disebut bisa mendukung kesehatan jantung, tetapi ada aturannya. Begini penjelasan dokter kardiovaskular.

Selain memberikan efek segar, kopi juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Selama ini, konsumsi kopi sering dibayangi anggapan bahwa kafein dapat berdampak buruk bagi jantung.

Kontroversi terkait batas aman konsumsi kopi masih menjadi perdebatan. Ada yang bilang 3-4 cangkir sehari, bahkan ada juga yang menyebut 5 cangkir sehari masih aman untuk tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari News Max (25/7/2026), seorang dokter dari klinik kardiovaskular mengungkapkan anjuran minum kopi. Dokter Chauncey W. Crandall menyebut 4-5 cangkir kopi per hari dapat memberikan manfaat bagi jantung.

ADVERTISEMENT
Diseruput atau Diteguk? Begini Cara Minum Kopi Sesuai JenisnyaDokter ahli kardiovaskuler menyebut konsumsi kopi 5 cangkir sehari masih aman untuk jantung. Foto: Getty Images/Chee Hian Pua

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti semakin banyak kopi akan semakin baik. Konsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing orang.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah cara kopi diseduh. Metode penyeduhan dapat memengaruhi kandungan senyawa tertentu yang ikut masuk ke dalam minuman.

Kopi tanpa penyaringan, seperti kopi French press, dapat mengandung lebih banyak minyak alami. Senyawa tersebut diketahui dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

"Kopi yang melalui proses penyaringan lebih baik daripada semua jenis kopi lainnya karena menarik kandungan minyaknya keluar dari kopi sehingga meningkatkan khasiat untuk mencegah kolesterol," ujar dr. Crandall.

Americano bisa untuk menurunkan berat badan.Tetapi jumlah konsumsinya harus tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing konsumen. Foto: iStock

Penelitian ini dibuktikan dengan melibatkan lebih dari 21 ribu orang dewasa di Norwegia. Para peserta melaporkan kebiasaan minum kopi, aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol mereka.

Hasilnya menunjukkan metode penyeduhan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kopi yang paling sedikit difilter (disaring) memberikan pengaruh lebih besar terhadap kadar kolesterol dibanding kopi seduh filter.

Dalam enam cangkir kopi tubruk atau French press sebanyak, kadar kolesterol tercatat lebih tinggi. Sementara itu, konsumsi espresso dalam jumlah tertentu juga menunjukkan peningkatan kadar kolesterol.

Bahkan, sejumlah penelitian observasional menemukan konsumsi kopi berat tidak berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan irama jantung.

Namun, hasil penelitian tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi dan karakteristik setiap individu.



(dfl/sob)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads