Paha ayam disukai karena teksturnya lebih lembut dan juicy. Sayangnya, 5 kesalahan masak ini bisa membuat paha ayam menjadi gagal dan tidak enak.
Ayam menjadi salah satu bahan makanan mudah ditemukan dan praktis. Bahan ini bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat, seperti digoreng, dipanggang, atau dijadikan sup.
Saat masak ayam, beberapa orang lebih doyan bagian paha. Paha ayam memiliki tekstur yang lebih lembut, juicy, dan rasa yang gurih alami dibanging bagian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di sisi lain, tidak sedikit juga yang menghindari paha ayam karena beberapa hal. Paha ayam bisa berubah menjadi terlalu kering, kenyal, atau lembek jika masaknya tidak tepat.
Kegagalan tersebut bisa disebabkan karena 5 kesalahan umum ini yang mungkin sering diabaikan. Dilansir dari thedailymeal.com (5/7), berikut kesalahan memasak paha ayam yang harus dihindari supaya hasilnya enak.
1. Tidak memperhatikan jenis paha yang dibeli
Paha ayam yang hendak dibeli juga perlu diperhatikan jenis atau variasinya. Foto: Getty Images |
Paha ayam umumnya memiliki rasa lebih enak dibandingkan bagian dada karena lebih juicy dan empuk. Selain kandungan lemak tinggi, paha juga mengandung lebih banyak jaringan ikat.
Kandungan lemak tinggi menghasilkan daging lebih beraroma dan tidak cepat kering. Namun jaringan ikat tersebut akan hancur selama proses memasak dan meleleh ke dalam daging di sekitarnya. Pada akhirnya, menghasilkan tekstur lebih empuk dan lumer di mulut.
Namun, kamu bisa merusak tekstur dan cita rasa lezat itu ketika sejak awal, memilih jenis paha ayam yang salah.
Pilihlah daging ayam yang didinginkan di rak udara terbuka (chiller) bukan didinginkan dalam air (seperti etalase dengan es batu) karena bakal menghasilkan kulit lebih renyah.
Selain itu, pilihan terbaik adalah paha ayam bertulang dan berkulit. Kecuali paha ayamnya mau diolah menjadi sup atau semur, lebih baik pilih yang tanpa tulang dan kulit.
2. Lupa merendam dalam air garam (brining)
Beberapa orang mungkin melewatkan teknik brining seperti ini. Foto: Getty Images/iStockphoto/Fudio |
Sebelum diolah, paha ayam sebaiknya direndam dalam air garam atau disebut dengan teknik brining. Terdapat dua cara untuk melakukannya, ada proses perendaman basah dan perendaman kering.
Proses brining akan menghasilkan profil rasa lebih kuat, meningkatkan kelembutan, meningkatkan kekenyalan, dan membuat warna ayam lebih rata saat dimasak. Teknik ini sederhana tetapi sering kali dilupakan banyak orang.
Teknik brining basah melibatkan perendaman ayam ke dalam campuran air, garam, dan biasanya ditambahkan gula serta rempah-rempah. Paha ayam sebaiknya direndam dalam larutan basah tidak lebih dari dua jam. Setelah direndam dalam larutan tersebut, ayam sebaiknya ditepuk-tepuk terlebih dahulu baru dibumbui atau dimarinasi sesuai selera.
Di sisi lain metode brining kering hanya melibatkan garam yang ditaburi merata di kedua sisi paha ayam. Setelahnya, daging bisa dimasukkan ke dalam kulkas semalaman atau sepanjang hari, asalkan berada di dalam kulkas setidaknya satu jam.
Setelah dimasukkan ke dalam kulkas, paha ayam bisa dikeluarkan dan dikeringkan lalu ditambah dengan bumbu pilihan.
3. Terlalu lama merendam paha ayam
Proses marinasi merupakan cara terbaik untuk meningkatkan cita rasa ayam goreng nantinya. Meskipun begitu, perlu diingat bahwa paha ayam mudah menyerap cairan.
Kamu tidak boleh merendam paha ayam terlalu lama dalam bumbu marinasi. Waktu idealnya hanya dua hingga tiga jam, bukan semalaman.
4. Tidak mengeringkan kulit ayam
Kulit paha ayam mungkin sering tidak matang sesuai keinginan. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena kamu tidak mengeringkannya terlebih dahulu. Alhasil kulit menjadi keriput, pucat, kenyal, bahkan berlendir.
Untuk menyelamatkan kulit, paha ayam bisa diletakkan di atas loyang atau nampan apa pun. Setelah itu letakkan paha ayam satu per satu, ambil tisu dapur bersih, dan tepuk perlahan hingga tidak ada lagi kelembapan yang menempel.
Langkah ini harus dilakukan di antara proses perendaman atau marinasi serta pemberian bumbu kering. Bumbu-bumbu juga akan lebih mudah menempel pada paha ayam yang kering karena semua kelembapan ekstra bisa menyebabkan bumbu terlepas di akhir proses memasak.
5. Masak di suhu terlalu tinggi
Memasak ayam dengan suhu terlalu tinggi juga bisa membuat ayam gagal. Foto: Getty Images/iStockphoto/Fudio |
Paha ayam punya ketebalan yang khas, di mana bagian tengahnya lebih tebal dan menipis di sepanjang tepinya, sehingga membutuhkan waktu berbeda saat memasaknya.
Selain itu, paha ayam juga punya kandungan lemak tinggi yang menyebabkannya lebih mudah gosong. Jika memasak dalam suhu terlalu tinggi, kamu bisa mendapatkan lemak di paha menjadi gosong dan dagingnya juga kering, serta bagian tengah kurang matang.
Solusinya yaitu dengan memasak paha ayam dengan api kecil secara perlahan. Paha ayam sebaiknya dimasak dengan suhu 176 - 190 derajat Celcius dalam jangka waktu yang agak lama, hingga bagian paha paling tebal mencapai suhu internal 85 derajat Celcius.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN