Tak perlu datang ke kondangan, warung di Solo ini menawarkan menu kondangan ala piring terbang. Menunya ada sup manten hingga es buah jadul.
Warung makan di Solo, Jawa Tengah, mencuri perhatian usai dikunjungi food vlogger pemilik akun Instagram @mantan.chef.
Lewat video yang diunggahnya (2/7), ia memperlihatkan pengalaman mencicipi menu khas hajatan atau kondangan yang disajikan dengan konsep 'piring terbang'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piring terbang sendiri merupakan tradisi yang masih lekat di Solo dan sejumlah daerah di Jawa Tengah saat menyajikan jamuan makan untuk para tamu di acara pernikahan.
Warung bernama Pawon Itong itu menawarkan pengalaman makan layaknya menghadiri pesta pernikahan. Lokasinya ada di jalan Menco Raya, Nilagraha, Gonilan, Kartasura.
Warung Ini Sajikan Menu Hajatan Lengkap Foto: Instagram/@mantan.chefs |
Dalam video yang dikonfirmasi detikFood (8/7), diungkap bahwa konsep yang diusung memang menghadirkan suasana makan ala kondangan agar pelanggan bisa merasakan pengalaman tersebut tanpa harus menghadiri pesta pernikahan.
Tak hanya menunya saja, tetapi juga suasananya karena warung ini memutar alunan musik yang biasa diputar di acara pesta pernikahan di kampung. Warung ini juga buka 24 jam.
"Di sini memang full seperti kondangan, Kak. Biar dapat vibes jagongan," ujar pelayan yang terekam dalam video.
Food vlogger denga 115 ribu followers di Instagram itu mengaku cukup terkejut karena belum pernah melihat konsep seperti ini sebelumnya.
Warung Ini Sajikan Menu Hajatan Lengkap Foto: Instagram/@mantan.chefs |
Menurutnya, penyajian menu ala kondangan di Solo berbeda dengan daerah lain yang pernah ia kunjungi.
"Jujur aku agak culture shock karena belum pernah datang ke mantenan orang Jawa. Ternyata makanannya begini, konsep piring terbang," katanya.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa satu paket menu dibanderol Rp 20.000. Dengan harga tersebut, pelanggan sudah mendapatkan hidangan pembuka, makanan utama, minuman, hingga pencuci mulut.
Pilihan menu pembuka terdiri dari sop matahari dan sop manten. Keduanya menggunakan kuah kaldu ayam yang gurih dan segar, tetapi memiliki isian yang berbeda.
Menurut food vlogger itu, sop matahari berisi daging ayam yang cukup banyak sehingga tidak hanya didominasi adonan tepung.
Sementara itu, sop manten berisi potongan ayam, makaroni, dan jamur salju dengan kuah yang serupa. Ia menilai kedua jenis sup tersebut sama-sama lezat.
Untuk menu utama, tersedia nasi racik dengan lauk sederhana berupa terik ayam, cabai Jawa, sambal goreng, dan nugget ayam. Sebagai pelengkap, pengunjung juga mendapat teh hangat atau es teh.
Tak ketinggalan, dessert berupa es buah jadul berwarna merah yang mengingatkannya pada jajanan masa kecil.
"Rasanya sederhana, enggak neko-neko, tapi bikin nostalgia seperti waktu jajan di kampung dulu," tuturnya.
Videonya langsung menarik perhatian netizen. Banyak netizen yang tertarik dengan konsep warung makan tersebut.
"Menarik nih, cara makannya juga ada step bu stepnya kak, teh dulu, dilanjut snack, terus sop, baru makan nasi dan terakhir minum es buahnya," tulis netizen lainnya.
"Udah pernah kesana dan memang seenak itu menu paket mantennya, recommended," tulis netizen lainnya.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN