Dari Perut Luwak ke Cangkir, Begini Perjalanan Kopi Luwak yang Mendunia

Dari Perut Luwak ke Cangkir, Begini Perjalanan Kopi Luwak yang Mendunia

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 07 Jul 2026 07:00 WIB
Pamor kopi luwak tersohor ke berbagai negara. Keistimewaan kopi ini tak hanya dari proses pembuatannya, kopi luwak bahkan disebut sebagai kopi termahal di dunia
Foto: Getty Images/Paula Bronstein
Jakarta -

Dari hasil proses cerna luwak hingga jadi kopi termahal di dunia, begini perjalanan kopi luwak asal Indonesia yang terkenal berkat proses unik dan cita rasanya.

Kopi luwak telah lama dikenal sebagai kopi premium asal Indonesia. Popularitasnya bahkan menembus pasar dunia.

Keistimewaannya bukan hanya soal rasa, melainkan juga proses pembuatannya yang tak biasa. Tak heran kalau kopi ini bernilai tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Food NDTV (3/7) berikut perjalanan proses kopi luwak:

1. Berawal dari Indonesia pada Masa Kolonial

Tak Hanya Luwak, 5 Kopi dari Kotoran Hewan Ini Laku Keras di PasaranIlustrasi hewan luwak saat memakan biji kopi. Foto: Istimewa

Kopi luwak pertama kali dikenal di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Saat itu pekerja perkebunan tak diizinkan memetik buah kopi.

Mereka kemudian mengumpulkan biji kopi dari kotoran luwak. Biji tersebut dibersihkan lalu diolah menjadi minuman.

ADVERTISEMENT

Kini kopi luwak diproduksi di Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Meski negara lain ikut memproduksi, Indonesia tetap menjadi asalnya.

2. Luwak Pilih Buah Kopi yang Paling Matang

Proses kopi luwak dimulai saat luwak memakan buah kopi matang. Daging buah dicerna, sedangkan bijinya tetap utuh.

Biji kopi keluar bersama kotoran luwak. Setelah dikumpulkan, biji dicuci, dijemur, lalu disangrai.

Metode alami ini membuat kopi luwak berbeda dari kopi biasa. Proses tersebut menjadi ciri khas yang mendunia.

3. Enzim yang Mengubah Karakter Rasa

Pamor kopi luwak tersohor ke berbagai negara. Keistimewaan kopi ini tak hanya dari proses pembuatannya, kopi luwak bahkan disebut sebagai kopi termahal di duniaIlustrasi biji kopi luwak. Foto: Dikhy Sasra/detikcom

Selama berada di saluran cerna luwak, biji kopi terpapar enzim alami. Proses ini dipercaya memengaruhi komposisi biji kopi.

Banyak penikmat menyebut rasanya lebih lembut dan minim pahit. Aromanya juga memiliki sentuhan earthy, cokelat, dan karamel.

Meski begitu, sebagian pegiat kopi menilai cita rasa tetap bergantung pada kualitas biji. Kelangkaannya juga menjadi daya tarik utama.

4. Produksi Terbatas Bikin Harganya Melambung

Kopi luwak diproduksi dalam jumlah terbatas. Pengumpulan bijinya pun membutuhkan waktu dan tenaga.

Setelah dipungut, biji harus melalui proses pencucian dan penyangraian yang ketat. Semua tahapan itu menambah biaya produksi.

Tak heran kopi luwak asli dijual ratusan hingga lebih dari seribu dolar AS per kilogram. Harga secangkirnya pun jauh di atas kopi spesialti.

5. Indonesia Jadi Tempat Terbaik Menikmati Kopi Luwak

Kopi Luwak Cikole HalalIlustrasi kopi luwak. Foto: Lusiana Mustinda/detikHikmah

Bali dan Sumatra menjadi destinasi favorit pencinta kopi luwak. Banyak perkebunan menawarkan tur sekaligus sesi coffee tasting.

Pengunjung dapat melihat proses pengolahan dari dekat. Mereka juga bisa mencicipi kopi luwak langsung di daerah asalnya.

Keunikan proses, sejarah panjang, dan kelangkaannya membuat kopi luwak tetap menjadi salah satu kopi paling terkenal di dunia.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: 3 Rekomendasi Restoran Indonesia di Berlin"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads