Di luar kiprahnya sebagai pesepak bola, kehidupan pribadi Neymar juga menarik diketahui. Salah satunya terkait gugatan terhadap dirinya dari mantan chef pribadi. Begini kisahnya.
Pemain sepak bola Brasil, Neymar, tengah jadi sorotan. Ia mengumumkan pensiun dari tim nasional (timnas) Brasil.
Pria 34 tahun ini menyampaikannya setelah laga Brasil vs Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026. Dikutip dari detikSport (6/7), Neymar dan tim terlihat kecewa, bahkan sampai menangis dan berdoa dengan tangan bergetar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah mencoba. Saya sudah mencoba. Sekarang sudah selesai. Saya memulai di sini, dan akan mengakhirinya di sini," ucap Neymar usai laga, seolah menyiratkan waktu pensiunnya.
Di luar kiprah sebagai pesepak bola, Neymar pernah dapat sorotan terkait masalahnya dengan chef pribadi. Ia dituntut terkait permasalahan jam kerja yang terlalu panjang dan pekerjaan yang melelahkan.
Dikutip dari The Sun (7/3/2026), sosok chef wanita yang tidak diketahui identitasnya itu, mengaku alami masalah punggung dan peradangan pada pinggul setelah beberapa bulan bekerja tanpa henti dengan jadwal kerja yang sangat melelahkan.
Kontraknya diduga menetapkan bahwa ia harus bekerja sekitar 10 jam sehari, dimulai pukul 7 pagi hingga 5 sore dari Senin hingga Kamis. Kemudian bekerja sejak pukul 7 pagi hingga 4 sore pada hari Jumat.
Namun dalam gugatan disampaikan bahwa jam kerja tersebut rutin diabaikan. Sang chef mengatakan ia akhirnya lembur dengan jam kerja jauh melebihi dari yang disepakati. Totalnya sering kali lebih dari 14 jam sehari.
Ia juga mengatakan terkadang sering tinggal hingga larut malam untuk menyiapkan makanan bagi 150 orang. Makanan tersebut dihidangkan untuk Neymar dan teman-temannya.
Mantan chef pribadi Neymar menuntut sang bintang sepak bola Brasil karena jam kerja terlalu panjang. Foto ilustrasi: Getty Images/shironosov |
Gugatan chef pribadi Neymar diajukan di pengadilan tenaga kerja Brasil. Disampaikan bahwa chef tersebut bekerja di rumah mewah bintang Santos di Mangaratiba, Rio de Janeiro, dari Juli tahun lalu hingga Februari tahun ini.
Menurut klaim tersebut, ia dipekerjakan melalui perusahaan pihak ketiga untuk memasak di kediaman utama Neymar, yang dikenal sebagai Casa Hotel Portobello. Dirinya juga ditempatkan di kompleks Condomínio Portobello yang berdekatan.
Chef tersebut mengungkap pernah membawa potongan daging dengan berat rata-rata 10 kilogram. Tugas sehari-harinya juga mengharuskannya untuk terus memantau lemari es, memuat dan menurunkan banyak barang belanjaan dari supermarket, serta berdiri dalam waktu lama.
Hal inilah yang menurutnya membuat dia alami cedera punggung dan pinggul. Chef tersebut bahkan harus menjalani pemeriksaan dan konsultasi medis.
Sebagai bagian dari gugatan tersebut, ia meminta pesepakbola itu untuk menanggung biaya pengobatan dan membayar tunjangan nafkah.
Meskipun gaji resminya sekitar £566 (Rp13,5 juta) per bulan, ia mengatakan bahwa dengan perhitungan lembur dan bonus, berarti ia biasanya mendapatkan sekitar £1062 (Rp25,4 juta).
Secara total, chef pribadi Neymar menuntut £37.000 (Rp887,9 juta) dari Neymar dan perusahaan outsourcing yang mempekerjakannya.
Gugatan tersebut mencakup pesangon, kontribusi FGTS (dana tabungan wajib bagi pekerja di Brasil yang dibayarkan oleh perusahaan), lembur, waktu istirahat yang terlewat, ganti rugi moral, biaya pengobatan, dan tunjangan nafkah.
Menanggapi kasus ini, perwakilan Neymar menolak berkomentar ketika dihubungi.
(adr/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN