Tak semua kebiasaan food influencer disukai penonton, mulai dari menyebut semua tempat makan hidden gem hingga ulasan berlebihan yang bikin risih. Ini daftarnya!
Konten kuliner kini menjadi salah satu yang paling populer di media sosial. Banyak orang mencari rekomendasi makan lewat video food influencer.
Lewat ulasan singkat dan visual menarik, influencer bisa memengaruhi pilihan tempat makan. Namun, tidak semua kebiasaan mereka disukai penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa perilaku bahkan dianggap berlebihan dan mengganggu pengalaman bersantap. Mulai dari ulasan yang terlalu heboh hingga klaim yang kurang realistis.
Dikutip dari Times Entertainment (10/7/26), ini 5 kebiasaan food influencer yang sering bikin penonton kesal:
1. Menyebut Semua Tempat Makan 'Hidden Gem'
Food Vlogger ilustrasi. Foto: iStock |
Istilah hidden gem kerap dipakai food influencer untuk menarik perhatian, padahal tidak semua tempat layak disebut demikian.
Sebuah hidden gem seharusnya merujuk pada tempat yang belum banyak diketahui orang. Namun istilah ini sering digunakan untuk restoran yang sudah lama populer.
Penggunaan istilah berlebihan membuat maknanya menjadi kabur. Akibatnya, penonton sulit membedakan tempat yang benar-benar unik.
2. Reaksi Berlebihan Saat Mencicipi Makanan
Banyak video kuliner menampilkan ekspresi takjub setelah gigitan pertama. Mata membelalak dan anggukan kepala pun jadi tanda kalau makanan yang dicicipi enak.
Namun, reaksi seperti itu sering dianggap terlalu dibuat-buat. Apalagi jika makanan yang dicicipi tergolong biasa dan mudah ditemukan.
Ulasan yang berlebihan bisa mengurangi kepercayaan penonton. Banyak orang kini lebih menghargai respons yang natural dan jujur.
3. Terlalu Lama Merekam hingga Mengganggu Pengunjung
Food Vlogger ilustrasi. Foto: iStock |
Proses pengambilan konten terkadang memakan waktu cukup lama. Beberapa influencer bahkan merekam di area yang ramai pengunjung.
Hal ini bisa mengganggu kenyamanan orang lain yang sedang makan. Suasana restoran pun menjadi kurang nyaman.
Tidak sedikit pelanggan yang merasa terganggu oleh kamera dan lampu, padahal mereka datang untuk menikmati makanan dengan tenang.
4. Meminta Makanan Gratis di Setiap Kesempatan
Keluhan soal permintaan makanan gratis sering disampaikan pemilik restoran. Fenomena ini terjadi pada sebagian influencer dengan pengikut besar.
Faktanya, setiap hidangan memiliki biaya produksi yang tidak sedikit, mulai dari bahan baku hingga operasional restoran.
Membayar makanan yang dinikmati dianggap sebagai bentuk dukungan terbaik. Cara ini juga lebih menghargai kerja keras pelaku usaha kuliner.
5. Menutupi Kekurangan demi Konten Positif
Food vlogger ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Tidak semua makanan memiliki rasa yang sempurna. Namun sebagian influencer memilih hanya menyampaikan hal-hal positif.
Praktik ini bisa membuat penonton mendapat gambaran yang kurang akurat, padahal kejujuran menjadi hal penting dalam ulasan kuliner.
Pendapat mengenai rasa, kebersihan, dan pelayanan sangat membantu konsumen. Ulasan yang jujur juga lebih bermanfaat bagi pemilik usaha untuk berbenah.
Simak Video "Video: Hidden Gem! Ngopi dengan View Gunung Catur di Badung Utara"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN