Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pendapat chef Arnold Poernomo dalam penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Begini tanggapan chef Arnold.
Chef selebriti Arnold Poernomo sempat dimintai pendapat soal penyusunan petunjuk teknis baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyusunan juknis baru ini bertujuan memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan diketahui telah dilakukan. Lalu pada Selasa (10/6/2026), melalui unggahan di Instagram story dan Threads @arnoldpo, chef Arnold memberi penjelasan.
Chef Arnold mengaku jika dirinya memang diminta memberikan masukan terkait juknis BGN. Ia bersama timnya juga sudah melakukan review atau ulasan serta mempelajari sejumlah aspek program.
Unggahan pernyataan chef Arnold terkait penyusunan juknis baru MBG. Foto: Instagram / Threads @arnoldpo |
"Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan team sudah review dan pelajari," ujarnya.
Namun, dalam pernyataannya, Chef Arnold menilai program MBG, khususnya di wilayah 3T atau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar sangatlah kompleks. Berbagai tantangan perlu dihadapi mulai dari sisi logistik, ketersediaan bahan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.
Chef Arnold pun menegaskan bahwa masih banyak orang lain yang lebih hebat, mampu, dan paham terkait hal ini.
"Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable, dan paham lebih dari saya," ujarnya dalam unggahan tersebut.
Meski demikian, mantan juri MasterChef Indonesia itu memastikan seluruh masukan tentang operasional sudah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional. Ia juga berharap semoga ke depannya program tersebut bisa dijalankan dengan lebih strategis.
Tim detikFood telah mengkonfirmasi kembali kepada chef Arnold mengenai hal ini. Tidak ada penyataan tambahan, karena menurutnya, penjelasannya dalam unggahan tersebut sudah cukup jelas.
(aqr/adr)


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN