Penggemar mangga perlu tahu trik menyimpan mangga agar awet segar. Hindari menyimpannya di suhu ruang atau kulkas, lebih baik simpan dengan cara ini.
Menyimpan mangga agar tetap segar ternyata tidak sesederhana meletakkannya di suhu ruang atau kulkas. Buah ini dikenal cepat matang dan mudah berubah lembek, terutama jika tidak disimpan dengan cara yang tepat.
Melansir Food & Wine (14/4), penelitian terbaru dari Hainan University, China, menemukan bahwa suhu penyimpanan ideal mangga berada di suhu sekitar 12Β°C.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu ini dinilai mampu memperlambat proses pematangan mangga, menjaga teksturnya tetap padat, serta mempertahankan tingkat keasaman buah. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Tropical Plants.
Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan dua kelompok mangga varietas Tainong No. 1, yang merupakan salah satu jenis dengan produksi global cukup besar.
Kedua kelompok mangga disimpan pada suhu berbeda, yaitu 12Β°C dan 30Β°C selama 24 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa mangga yang disimpan pada suhu lebih tinggi mengalami peningkatan kadar gula lebih cepat, sehingga berubah warna menjadi kuning dan teksturnya menjadi lembek dalam waktu sekitar dua minggu.
Sebaliknya, mangga yang disimpan pada suhu 12Β°C mampu mempertahankan warna, tekstur, dan struktur selnya lebih lama.
Analisis mikroskopis juga menunjukkan bahwa dinding sel buah tetap terjaga dan cadangan pati tidak cepat habis. Selain itu, kandungan nutrisi seperti vitamin C dan flavonoid juga lebih stabil pada suhu ini.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa sebagian besar mangga mengalami proses distribusi pada suhu relatif tinggi, yakni sekitar 26-30Β°C. Kondisi tersebut mempercepat proses pematangan sebelum buah sampai ke tangan konsumen.
Akibatnya, saat tiba di rumah, mangga sudah berada di tahap matang lanjut dan lebih cepat rusak.
Meski pendinginan penting, suhu yang terlalu rendah juga tidak disarankan. Suhu di bawah 12Β°C dapat menyebabkan kondisi yang disebut chilling injury, yaitu kerusakan dari dalam buah. Hal ini membuat mangga kehilangan kualitas, baik dari segi tekstur maupun rasanya.
Karena itu, penyimpanan di kulkas biasa yang umumnya berada di kisaran 1-3Β°C justru kurang ideal. Sebagai alternatif, lemari pendingin khusus seperti wine fridge dinilai lebih mendekati suhu optimal, yaitu sekitar 11-13Β°C. Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap varietas mangga memiliki toleransi suhu yang berbeda.
Misalnya, mangga Kent memiliki batas sekitar 14Β°C, sedangkan Keitt dapat bertahan hingga sekitar 10Β°C. Artinya, penyesuaian suhu tetap perlu dilakukan sesuai jenis mangga yang dikonsumsi.
Secara keseluruhan, penyimpanan pada suhu yang tepat menjadi kunci agar mangga tidak cepat rusak. Dengan memahami kebutuhan suhu ini, kualitas buah dapat bertahan lebih lama tanpa mengurangi rasa dan teksturnya.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN