Selain rendang daging, rendang paru bisa jadi olahan spesial untuk Idul Adha tahun ini. Agar tidak gagal, ada tips membuat rendang paru anti amis ala Chef Minang Uda Dian.
Chef Dian Anugrah atau akrab disapa Uda Dian merupakan salah seorang pakar kuliner Minang yang terkenal lewat produk rendangnya yang enak, 'Rendang Minang'. Selain itu ia juga aktif memberikan beragam cooking class hingga menjadi pembicara di acara kuliner besar di Indonesia.
Malang melintang membuat kreasi rendang selama 15 tahun terakhir, Uda Dian sukses membuat banyak orang ketagihan dengan hidangan rendang yang dibuatnya. Selain rendang daging, Uda Dian mahir membuat rendang paru yang tidak amis.
"Saya buat rendang sudah lebih dari 15 tahun. Rendang paru itu populer, tapi jika tidak benar mengolahnya maka aroma amisnya tidak akan hilang. Ada tahapan yang tak boleh dilewatkan saat membuat rendang paru," jelasnya.
Kepada detikFood (25/05/2026), Uda Dian membagikan empat tips sederhana agar rendang paru untuk Idul Adha tidak amis dan rasanya enak. Berikut tipsnya:
1. Rebus paru dengan rempah dan daun aromatik
Uda Dian menyarankan paru sapi direbus lebih dulu sebelum dimasak menjadi rendang. Tahapan ini penting untuk menghilangkan aroma amis sekaligus membuat tekstur paru lebih empuk.
Paru sebaiknya dipotong kecil agar bagian dalamnya mudah dibersihkan. Saat merebus, tambahkan serai, daun kunyit, dan garam agar aroma paru lebih harum. Uda Dian juga menyarankan penggunaan daun tambahan seperti daun limau atau daun ketumbar untuk memberi wangi alami pada rebusan.
"Pertama, daging paru yang telah dibersihkan harus direbus dengan rempah-rempah dan daun aromatik seperti daun jeruk atau daun salam," ujar Uda Dian. Teknik ini membuat rasa rendang paru lebih sedap dan tidak meninggalkan bau khas jeroan yang menyengat.
2. Masukkan paru saat bumbu rendang sudah berminyak
Menurut Uda Dian, paru tidak langsung dimasukkan ke dalam santan mentah seperti daging sapi pada umumnya. Paru sebaiknya dimasukkan ketika bumbu rendang sudah dimasak hingga keluar minyak atau memasuki tahap kalio.
Tahapan ini membuat bumbu lebih matang dan aromanya lebih kuat sehingga mudah meresap ke dalam paru. Selain itu, cara ini juga membantu mengurangi aroma amis dari jeroan.
"Bumbu rendang yang sudah dimasak dan berminyak baru dimasukkan parunya," jelasnya. Teknik tersebut membuat paru tetap empuk, tidak alot, sekaligus menghasilkan rendang dengan rasa gurih yang lebih pekat dan kaya rempah khas Minang.
Simak Video "Video: Punya GERD, Amankah Menyantap Daging Kurban?"
(sob/adr)