Dikira di India, Ternyata Bantul! Begini Proses Bikin Mie Lethek yang Viral

Dikira di India, Ternyata Bantul! Begini Proses Bikin Mie Lethek yang Viral

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 13 Mei 2026 11:30 WIB
mie lethek
Foto: X/ @Dobel_step/Street Food Journey
Jakarta -

Baru-baru ini viral unggahan video di X yang menunjukkan proses tradisional pembuatan mie lethek. Banyak netizen baru tahu jika proses pembuatannya unik, salah satunya digiling menggunakan tenaga sapi.

Selain Jepang dan Vietnam, Indonesia juga punya jenis mie unik yang dibuat secara tradisional. Bumbu atau bahan bakunya berbeda dengan yang lain.

Baru-baru ini sebuah unggahan video proses pembuatan mie tradisional Indonesia viral di X. Video tersebut diunggah kembali oleh akun @Dobel_step pada (8/5) dengan keterangan, "Kirain di Prindapan ternyata mie buatan kita."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

mie lethekProses pembuatan mie lethek menarik perhatian banyak orang. Foto: X/ @Dobel_step/Street Food Journey

Video tersebut menunjukkan proses pembuatan mie lethek, sebuah kuliner khas Bantul, Yogyakarta. Tampaknya netizen itu juga baru tahu jika di Indonesia ada mie yang dibuat dengan cara tidak biasa.

Mie lethek memang dibuat melalui proses tradisional yang panjang. Bahan utamanya adalah tepung tapioka dan singkong kering atau kerap disebut masyarakat Bantul sebagai gaplek.

ADVERTISEMENT

Pembuatan gaplek atau tepung dari singkong ini juga dikeringkan sendiri dan dibuat dari nol. Semuanya dilakukan secara tradisional untuk mendapatkan kualitas baik.

mie lethekProses pembuatannya juga menggunakan tenaga sapi seperti ini. Foto: X/ @Dobel_step/Street Food Journey

Selain bahan-bahannya, prosesnya juga tidak biasa. Berawal dari mencampur tepung tapioka dan gaplek dengan gilingan besar berupa lumpang berdiameter sampai 2 meter.

Di atas lumpang ada sebuah batu besar seberat ton yang digunakan untuk menggiling bahan-bahan pembuat mie lethek hingga halus.

Beban batu lumpang yang begitu berat membuatnya sulit dilakukan oleh tangan manusia. Alhasil, tenaga sapi digunakan untuk membantu proses penggilingan bahan-bahan utama mie tersebut.

Setelah tercampur rata, adonan mie dicetak dan dipadatkan dengan cara diinjak-injak sebelum dioven. Ketika sudah matang, adonan kemudian dicetak hingga menjadi lembaran panjang dan dijemur sampai kering. Barulah dikemas untuk dipasarkan.

Proses panjang tersebut menghasilkan mie lethek yang berwarna kusam dan cenderung gelap. Tekstur mie lethek yang sudah dimasak dikenal lebih kenyal dan padat.

mie lethekMie ini menghasilkan warna kecokelatan dengan tekstur kenyal. Foto: Getty Images/bari paramarta

Tidak sedikit netizen baru tahu jika proses pembuatan mie lethek tersebut sangat panjang dan unik. Namun, sebagian netizen mengkritik negatif soal hiegenitas dari mie tersebut. Mereka menyoroti para buruh yang membuat mie dengan telanjang dada atau tidak pakai baju.

Seorang netizen berkomentar, "Kirain bukan di Indo tapi pas liat ada yang make baju partai wkwk."

Komentar tersebut lalu dijawab oleh pengunggah video, "Iya tidak menggunakan kaos bukan hanya orang berindapan orang kita juga sama kan nggak ada yang lihat hahaha."

Ada juga netizen yang bertanya-tanya soal keributan yang terjadi dengan berkomentar, "Ini jijiknya karena yang bikin telanjang dada saat kerja, jadi takut keringat keteknya jatuh ke makanan?"

"Harusnya niru jepang sih di mana tradisi dan teknologi membaur. Kalau dari kasus ini mungkin bisa dari atribut karyawan dan saat pengemasan dibuat SOP yang jelas dan higienism" ujar netizen lain.

Di sisi lain, banyak juga yang membela. Menganggap jika proses pembuatan makanan tradisional memang seperti itu.

"Tapi dimana-mana kalo pake cara tradisional, ya memang begini gak sih? Toh nanti kuman-kuman juga pada mati pas direbus kena panas," ujar seorang netizen.

Seorang netizen mengungkap pendapatnya soal hiegenitas pra produksi di video ini. Menurutnya memang hiegenitasnya kurang, tetapi mie lethek tersebut bukan sebuah produk langsung dimakan. Ada proses memasak bahkan beberapa mencuci mienya terlebih dahulu sebelum dimasak.

"Jadi gak masalah, gak kayak di Prindapan yang tinggal lepp (dilahap)," jelasnya.

"Itu mie Lethek di Bantul tepatnya di Srandakan. Ini di daerah saya, dan memang seperti itu pembuatan nya, itu kan mie masih di masak dulu enggak langsung di makan," komentar netizen lain.

Netizen lain berkomentar, "Kalo ga salah ini mie olahan produk lokal yg udah ada dari lama. Mereka mempertahankan produksi mie ini supaya orang-orang di desa itu bisa dapat pendapatan. dan kalian.. mencoba untuk menghentikan usaha mereka. bye."

Terlepas dari pro dan kontra soal pembuatannya, mie lethek merupakan makanan yang tergolong sehat. Penggunaan bahan nabati sepenuhnya membuat mie ini diakui memiliki manfaat kesehatan tinggi dibandingkan mie gandum.

Mie lethek juga dianggap aman dan cocok untuk pelaku diet karena bebas gluten. Satu mangkoknya juga terdiri dari 297 kkal, karbohidrat sekitar 88-89 persen, serta memiliki protein dan lemak rendah.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads