Makanan penutup (dessert) populer, tiramisu, ternyata punya sejarah panjang sebelum populer. Awalnya kue ini diperuntukkan bagi wanita yang baru melahirkan.
Tiramisu dikenal sebagai salah satu dessert paling populer dari Italia. Lapisan savoiardi yang direndam kopi, dipadukan dengan mascarpone lembut dan taburan kakao, membuat kue ini disukai di berbagai negara.
Nama "tiramisu" sendiri berasal dari bahasa Italia "tirami sΓΉ" yang berarti "angkat aku" atau "buat aku semangat lagi". Penamaannya merujuk pada kandungan kopi dan gula yang dianggap memberi energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiramisu banyak disajikan di restoran maupun kafe sederhana, termasuk di Indonesia. Ternyata jauh sebelum menjadi hidangan penutup yang populer, tiramisu hanya disajikan pada kondisi tertentu saja.
Berikut ini 5 fakta lahirnya tiramisu dilansir dari berbagai sumber:
Tiramisu pertama kali diciptakan justru untuk pemulihan pasca melahirkan. Foto: Getty Images |
1. Berawai dari Tradisi Sbatudin
Sebelum tiramisu modern lahir, masyarakat Treviso sudah mengenal makanan bernama "sbatudin". Hidangan sederhana ini dibuat dari kuning telur yang dikocok bersama gula hingga berbusa lembut.
Pada abad ke-19, campuran tersebut dipercaya mampu memulihkan tenaga dan sering diberikan kepada anak-anak maupun perempuan setelah melahirkan. Seiring waktu, masyarakat mulai menambahkan berbagai bahan ke dalam sbatudin.
Ada yang mencampurnya dengan kopi, kakao, minuman keras, mentega, ricotta, hingga biskuit. Variasi inilah yang kemudian dianggap menjadi cikal bakal lahirnya tiramisu modern.
2. Lahirnya Tiramisu Modern
Versi paling populer menyebut tiramisu pertama kali dibuat di restoran Alle Beccherie, Treviso, sekitar tahun 1969-1972. Dessert ini dikembangkan oleh Roberto "Loli" Linguanotto bersama Alba Campeol, pemilik restoran tersebut.
Konon, inspirasi tiramisu muncul dari kebiasaan keluarga Alba Campeol yang mengonsumsi campuran telur dan kopi sebagai penambah energi. Linguanotto lalu mengembangkan ide tersebut dengan menambahkan mascarpone, savoiardi, dan bubuk kakao.
Restoran Alle Beccherie kemudian memasukkan tiramisu ke dalam menu resmi mereka pada awal 1970-an. Momen ini yang kemudian membuat tiramisu cepat menyebar ke berbagai restoran di Veneto sebelum akhirnya populer di seluruh Italia dan dunia internasional.
3. Kontroversi Asal Usul
Walau Treviso dianggap sebagai tempat lahir tiramisu modern, wilayah Friuli Venezia Giulia juga mengklaim dessert tersebut berasal dari daerah mereka. Beberapa peneliti menemukan resep serupa tiramisu sudah ada sejak 1950-an di restoran wilayah Friuli.
Perbedaan utama terletak pada bahan yang digunakan. Versi awal dari Friuli memakai sponge cake dan marsala, sedangkan tiramisu ala Treviso menggunakan savoiardi dan kopi espresso.
Kedua konsep tiramisu tersebut dianggap berbeda, walaupun keduanya tetap diakui memiliki koneksi terhadap kemunculan hidangan penutup yang sama. Perdebatan tersebut bahkan sempat disebut sebagai "perang tiramisu" oleh media Italia.
Uniknya, tiramisu justru baru diresmikan pada 1981. Foto: Instagram @angelllboys |
4. Diresmikan Pada 1980an
Menariknya, tiramisu ternyata belum ditemukan dalam buku resep sebelum tahun 1960-an. Nama dessert ini baru mulai muncul dalam publikasi kuliner pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.
Salah satu dokumentasi penting datang dari penulis dan jurnalis Giuseppe Maffioli. Pada tahun 1981, ia menulis tentang tiramisu dalam majalah "Vin Veneto" dan mengaitkan dessert tersebut dengan restoran Alle Beccherie di Treviso.
Dua tahun kemudian, resep tiramisu kembali dicatat dalam buku "La Cucina Trevigiana". Publikasi ini membantu memperkuat posisi Treviso sebagai daerah asal tiramisu dan membuat dessert tersebut semakin dikenal luas.
5. Tiramisu Populer di Dunia
Popularitas tiramisu meningkat drastis pada 1980-an ketika restoran Italia mulai berkembang di Amerika Serikat dan Eropa. Dessert ini dianggap mewakili gaya kuliner Italia utara.
Penyajiannya yang lebih creamy dan leegan membuat masakan Italia lebih mudah diterima. Sebelumnya hidangan dengan ciri khas Italia klasik yang pekat dengan rasa tomat sudah hadir, tetapi tak terlalu cocok bagi lidah banyak orang.
Kombinasi rasa pahit kopi, lembutnya mascarpone, dan aroma kakao membuat tiramisu mudah diterima berbagai budaya. Kini tiramisu bahkan hadir dalam banyak variasi, mulai dari stroberi, matcha, pistachio, hingga alkohol.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN