Aktor drama pendek China (dracin) ini kini jadi petani cabai setelah sepi job akibat AI. Dulu perankan bos kaya, kini ia jual cabai di pasar tradisional.
Seorang aktor drama pendek asal China mendadak jadi sorotan usai kisah hidupnya berubah drastis akibat perkembangan teknologi AI.
Aktor bernama Zhang Xiaolei itu kini kembali bertani cabai demi menyambung hidup setelah kesempatan aktingnya semakin berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria 28 tahun tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu wajah populer dalam industri mini drama China, lapor South China Morning Post (1/5).
Ia sudah membintangi sekitar 200 serial pendek dan sebagian besar memerankan karakter 'bos dingin' atau ba zong yang populer di drama romantis China.
Zhang Xiaolei aktor Drama China yang kerap perankan sebagai bos kaya. Foto: SCMP |
Karakter ba zong sendiri identik dengan sosok pria kaya, dominan, dan posesif, tetapi lembut terhadap pasangan mereka. Tema seperti ini memang sangat digemari penonton mini drama di China.
Karier Zhang bermula pada akhir 2023 setelah ia dikenalkan temannya kepada kru produksi mini drama.
Berbekal kemampuan menari dasar, ia perlahan mendapat banyak tawaran akting dan menjadi wajah yang akrab di layar.
Saat industri mini drama sedang berada di masa keemasan, Zhang mengaku nyaris tak punya waktu istirahat. Ia bahkan pernah bekerja tanpa henti selama tiga hari demi memenuhi jadwal syuting yang padat.
Namun kondisi berubah cepat sejak teknologi AI mulai digunakan dalam produksi mini drama. Kehadiran karakter virtual membuat kebutuhan terhadap aktor manusia semakin berkurang.
Zhang kini memutuskan menjadi petani cabai dan menjual hasil panennya di pasar. Foto: SCMP |
Jika sebelumnya grup audisi online selalu dipenuhi lowongan pemain, kini Zhang mengaku hanya mendapat satu tawaran akting sepanjang tahun ini. Bayaran yang ditawarkan pun hanya setengah dari honor tahun lalu.
Di tengah kondisi itu, Zhang memutuskan kembali ke kampung halamannya di Haidong, Qinghai. Ia mulai serius bertani cabai.
Pada awal Maret lalu, ia bahkan menginvestasikan 400 ribu yuan atau sekitar Rp 900 juta untuk kebun cabai miliknya.
Ia memilih bertani cabai karena keluarganya memang sudah lama menjadi petani cabai. Orang tuanya telah menekuni usaha tersebut selama puluhan tahun sehingga Zhang merasa cukup memahami bisnis itu.
"Pekerjaan utama saya sekarang menanam cabai dan menjualnya di pasar. Kalau ada kesempatan akting saya akan ambil, kalau tidak ya saya jadi petani," ujar Zhang.
Kini keseharian Zhang jauh berbeda dari karakter glamor yang sering ia perankan di layar. Ia menjual cabai di pasar tradisional dengan harga Rp 9 ribu per kilogram.
Lewat media sosial, Zhang juga sempat mengungkapkan curahan hatinya soal kenyataan hidup yang sedang dihadapi.
"Di drama saya punya banyak uang, tapi di kehidupan nyata saya bisa sedih kalau ada pembeli lupa bayar," katanya.
Meski begitu, Zhang tetap berusaha optimistis menjalani hidup barunya sebagai petani cabai. Menurutnya hidup memang penuh naik turun dan ia percaya masih bisa melewati masa sulit tersebut.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN