Teh ternyata juga bisa basi setelah melewati proses penyeduhan. Ada tanda yang bisa kamu kenali ketika sebuah minuman teh sudah basi.
Menurut pencinta teh, Oza Sudewo, teh bisa menjadi basi ketika sudah diseduh. Kalau masih berupa daun teh kering, tidak ada kata basi, tapi melewati waktu terbaik untuk dikonsumsi (best before).
Oza mengungkap beberapa tanda yang bisa dikenali untuk mengetahui teh yang basi sehingga tidak layak dikonsumsi. Berikut di antaranya, seperti dikutip dari Instagram ozasudewo (23/4):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Rasa berubah jadi asam
Teh yang sudah basi biasanya punya rasa yang berubah menjadi asam. Foto: Getty Images/iStockphoto/forrest9 |
Ciri pertama yang paling mudah dikenali adalah perubahan rasa. Teh yang menurun kualitasnya akan terasa asam, meski tidak sekuat makanan basi pada umumnya. Perubahan ini terjadi karena proses fermentasi alami saat teh dibiarkan terlalu lama. Dalam beberapa kasus, rasa asam ini bahkan bisa terasa seperti minuman tertentu.
"Gue pernah ada satu kejadian... ini rasanya kok kayak ice lychee tea ya," ujar Oza. Meski terasa unik dan seolah masih bisa diminum, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena menandakan kualitas teh sudah berubah.
2.Muncul buih dan sensasi seperti soda
Ciri berikutnya adalah munculnya buih atau sensasi bersoda. Ini menunjukkan proses fermentasi sudah berlangsung lebih lama dan tidak terkontrol. Berbeda dengan kombucha yang melalui fermentasi terkontrol, teh basi mengalami fermentasi liar. Karena itu, kondisi ini sebaiknya dihindari dan teh tidak dikonsumsi.
"Kalau ini kan nggak terkontrol, kamu gak tahu bakteri apa yang ada di dalam," jelas Oza.
3. Warna menjadi lebih keruh
Teh yang sudah basi juga biasanya punya warna yang lebih keruh. Foto: iStock |
Perubahan visual juga bisa menjadi tanda. Teh normal biasanya memiliki tingkat kejernihan (clarity), meskipun warnanya bisa berbeda tergantung kualitasnya.
Namun, ketika basi, tampilannya akan jauh lebih keruh. Oza menjelaskan, warnanya akan menjadi jauh lebih keruh saat sudah basi.
Ia juga menekankan bahwa warna bukan satu-satunya patokan. Dalam pengalamannya, teh yang disimpan di kulkas hingga beberapa hari bisa terlihat keruh, tetapi rasanya belum tentu rusak. Meski ada beberapa indikator, rasa tetap menjadi parameter utama. Jika rasa sudah berubah, sebaiknya teh tidak lagi dikonsumsi.
(Dita Aliccia Armadani/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN