Seorang pria memilih untuk menjadi sopir pengantar makanan di kampung halaman. Namun, siapa sangka ia adalah satu-satunya sopir di kota dengan jumlah penduduk 60.000 jiwa itu.
Bekerja sebagai seorang sopir ojek online atau pengantar makanan bukan hal mudah. Mereka harus siap mental dan fisik karena mengambil pesanan makan dan mengantarnya dari satu tempat ke tempat lain.
Umumnya para sopir ojek online ini bisa memilih untuk menerima pesanan atau tidak. Jika memang tidak mau, mereka bisa beristirahat terlebih dahulu. Lagipula masih banyak sopir pengantar makanan lain yang mungkin mau menerima pesanan pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi bagaimana jika sopir pengantar makanan di sebuah kota hanya ada satu orang? Inilah fenomena unik yang ada di sebuah kota kecil China Timur.
Seorang pria bernama Zhang Yu merupakan sosok satu-satunya sopir pengantar makanan di sebuah kota berpenduduk 60.0000 Jiwa di China Timur tersebut.
Zhang Yu awalnya pindah ke kota untuk menjalani sebuah bisnis kuliner. Tetapi setelah bisnis restorannya di Wuxi gagal, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Malingshan, Provinsi Jiangsu pada tahun 2023, lapor South China Morning Post (26/4).
Pria ini menjadi satu-satunya pengantar makanan di kampung halamannya. Foto: e.vnexpress.net / Reuters |
Saat kembali ke kampung halaman, Zhang Yu melihat bahwa kota tersebut kekurangan layanan pengantar makanan. Dari situ, ia mulai bekerja dari satu gerai ke gerai lain dengan mengantar pesanan makan pelanggan menggunakan sepeda motor listrik.
Tidak tanggung-tanggung, pria berusia 26 tahun ini tidak hanya bekerja untuk satu tempat makan, melainkan 30 toko makanan dan minuman serta 50 warung makan.
Waktu kerjanya tentu berbeda dari pekerja pada umumnya. Pria tersebut bekerja 12 hingga 14 jam sehari dan menyelesaikan hampir 40 pesanan. Soal keuntungan, pria ini meraup sekitar 10.000 yuan (Rp 25.212.800) per bulannya.
Area pengirimannya mencakup sekitar 5 km dari utara ke selatan dan 3 km dari timur ke barat, dengan sebagian besar pelanggan adalah pedagang kecil dan pekerja migran yang memesan makanan untuk keluarga mereka.
Meskipun bekerja dalam kurun waktu lama untuk banyak pesanan, Zhang mengaku pekerjaan ini tidak begitu menegangkan dibandingkan pekerjaan sebagai pengantar makanan antar kota. Pasalnya ia tidak harus menghadapi tenggat waktu ketat dan beberapa pelanggan juga bersikap baik. Misalnya, mau menawarinya minuman.
Saking sibuknya mengantar makanan, pria ini tidak bisa mengambil libur. Foto: e.vnexpress.net / Reuters |
Setelah aplikasi pengiriman makanan Meituan ber-ekspansi ke daerah pedesaan, Zhang kembali menjadi kontraktor lokal, manajer stasiun, dan pengantar makanan untuk aplikasi tersebut. Ia juga berhasil membawa 70% tempat makan lokal ke platform atau aplikasi tersebut.
Bekerja sebagai sopir sekaligus manajer mungkin tidak terlalu menegangkan, tetapi dirinya tetap harus selalu online dan tidak bisa ambil cuti satu hari pun.
"Saya harus terus online. Saya tidak bisa mengambil cuti selama satu tahun karena pelanggan dan toko selalu mengirimi saya pesan untuk mengecek ketersediaan saya," jelasnya.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN