Dari pertemuan tak sengaja, dua pria ini sukses bangun bisnis durian. Berawal dari modal nekat, perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil. Begini kisahnya!
Kecintaan pada durian membawa dua pria muda dari latar belakang berbeda ini menemukan jalan sukses bersama.
Adalah Patrick Chua (28) dan Jay Lee (29), dua sosok di balik bisnis durian bernama PJ's Fruits yang kini mulai dikenal luas, terutama di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah mereka bermula dari pertemuan yang tak terduga. Patrick lebih dulu menjalankan usaha toko buah, sementara Jay datang sebagai pelanggan.
Dari obrolan santai, keduanya merasa cocok dan sama-sama memiliki kecintaan pada durian. Dari situlah ide untuk membangun bisnis bersama muncul.
Ilustrasi durian. Foto: Ilustrasi iStock |
"Patrick awalnya punya toko buah, dan saya salah satu pelanggannya. Kami langsung nyambung, dan karena sama-sama suka durian, akhirnya memutuskan untuk mulai bisnis durian bersama," ujar Jay seperti yang dikutip dari AsiaOne (27/4).
Nama PJ's sendiri diambil dari inisial nama mereka. Perlahan tapi pasti, bisnis ini mulai berkembang.
Akun TikTok mereka kini telah memiliki ribuan pengikut, dengan video yang ditonton puluhan ribu kali. Namun, perjalanan menuju titik ini tidak mudah.
Jay mengaku sempat mengalami masa penuh ketidakpastian setelah menyelesaikan sekolah dan wajib militer. Ia mencoba berbagai pekerjaan, namun belum menemukan arah hidup yang jelas.
Ilustrasi kebun durian. Foto: M Rofiq/detikJatim |
Berbeda dengan Jay, Patrick memiliki motivasi personal yang kuat. Pria asal Malaysia ini ingin melanjutkan mimpi sang ayah yang sebelumnya gagal mengembangkan bisnis durian di Singapura.
"Saya ingin melanjutkan dan mewujudkan mimpi ayah yang belum tercapai," katanya.
Di awal merintis usaha, mereka menghadapi tantangan besar. Modal yang digunakan berasal dari hampir seluruh tabungan pribadi. Penjualan pun sempat lambat, bahkan stok durian kerap menumpuk.
"Ini benar-benar seperti taruhan. Kami menghabiskan hampir semua tabungan untuk memulai bisnis ini. Tapi kami tidak akan pernah tahu hasilnya kalau tidak mencoba," ujar Jay.
Untuk mengatasi hal tersebut, mereka memanfaatkan siaran langsung di media sosial. Tak jarang, mereka harus live hingga pukul 3 pagi demi menghabiskan stok.
"Pernah kami masih punya lebih dari 100 kilogram durian tengah malam, tapi dari live itu akhirnya datang pembeli," kenangnya.
Kini, usaha mereka mulai menunjukkan hasil. Bagi Patrick, kunci menjalankan bisnis bukan hanya kerja keras, tetapi juga kreativitas dan keberanian untuk terus beradaptasi.
"Bekerja keras itu penting, tapi menemukan passion dan tahu bagaimana menjadikannya peluang juga sama pentingnya," tutupnya.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN