Nyeleneh tapi Laris! Es Krim Ini Pakai Topping Lobster Air Tawar

Nyeleneh tapi Laris! Es Krim Ini Pakai Topping Lobster Air Tawar

Riska Fitria - detikFood
Senin, 27 Apr 2026 17:30 WIB
Es krim topping lobster air tawar
Foto: Nickey Ngo
Jakarta -

Bukan pakai choco chips atau sprinkles, es krim di sini disajikan dengan topping nyeleneh, yakni berupa lobster air tawar dan bumbu cajun. Gimana rasanya?

Kreasi es krim unik kembali mencuri perhatian, kali ini datang dari Houston, Amerika Serikat. Sebuah gerai bernama Red Circle Ice Cream menawarkan menu tak biasa.

Es krim tersebut hadir dalam varian crawfish atau lobster air tawar, lengkap dengan topping crawfish utuh yang bahkan bisa dijadikan sendok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari People (21/4) ide nyeleneh ini digagas oleh sang pemilik, Nickey Ngo, sejak 2019. Ia mengaku terinspirasi saat menghadiri acara makan crawfish bersama keluarga.

Es krim topping lobster air tawarEs krim topping lobster air tawar Foto: Nickey Ngo

"Saat itu kami makan dengan penuh saus dan mentega, lalu saudara saya bilang ide ini cocok dijadikan es krim," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya, ia langsung bereksperimen di dapur dan menciptakan rasa unik tersebut.

Dalam proses pembuatannya, Ngo merebus bahan dasar es krim bersama bumbu khas rebusan crawfish, termasuk mentega dalam jumlah banyak dan rempah cajun.

Ia juga menambahkan crawfish hidup ke dalam campuran untuk memperkuat rasa. "Rahasia utamanya tentu mentega, banyak sekali, ditambah bumbu Cajun," jelasnya.

Namun, ia sengaja tidak mencampur daging ke dalam es krim karena dianggap kurang menarik secara tekstur.

Es krim topping lobster air tawarEs krim topping lobster air tawar Foto: Nickey Ngo

Sebagai gantinya, crawfish segar diletakkan di atas es krim sebagai topping. Bahkan, pelanggan disarankan menggunakan tubuh crawfish sebagai sendok.

"Kami ingin ada 'wow factor'. Jujur saja, tidak semua orang mau makan seafood beku di dalam es krim," katanya.

Ia juga mencontohkan cara menyedot daging dari ekor sebelum memakainya sebagai alat makan.

Menu ini hanya dijual setiap musim semi saat ukuran crawfish sedang optimal, biasanya sekitar spring break. Namun, tingginya minat membuat es krim ini kerap habis terjual.

"Permintaannya sangat tinggi, telepon terus berdering, kami sudah berkali-kali kehabisan stok," ungkap Ngo.

Meski menu ini menuai pro dan kontra, ia menegaskan fokusnya adalah menciptakan pengalaman unik bagi pelanggan dan membangun interaksi di komunitas.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads