Di Semarang ada es krim 'jadul' nan legendaris sejak 45 tahun lalu. Namanya Es Krim Karimata yang dibuat dengan 100% susu atau perasan santan asli.
detikJateng berkesempatan mengunjungi toko es krim tersebut pada Sabtu (11/4/2026) kala sinar matahari panas menyengat. Di depan gerbang rumah sekaligus menjadi toko itu, terdapat dua bel. Jika pelapak tak dapat mendengar bel terompet, detikers dapat menekan tombol bel yang lebih modern.
Tiba di depan pintu rumah yang tertutup, tombol bel lain menunggu untuk ditekan. "Tet...tot...tet...tot," demikian bunyi bel yang terpasang di pintu rumah itu. Di depan rumah tersebut terpajang berbagai varian es krim Karimata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang wanita kemudian membukakan pintu. Dari beranda rumah, terlihat ada 4 unit lemari pendingin berisi ratusan es krim Karimata.
"Mau pesan apa, Kak?" tanya wanita sebagai kasir itu.
detikJateng pun memilih tiga varian es krim; vanila, stroberi, cokelat; durian; dan kopi. Es krim varian vanila, stroberi, cokelat berbentuk balok dengan tiga warna yang tidak begitu mencolok, kuning, pink, dan cokelat.
Es krim seukuran telapak tangan pria dewasa tersebut dibungkus menggunakan sebuah plastik. Berbeda dengan es krim varian durian dan kopi yang berbungkus cup plastik.
Ketiga varian es krim tersebut memiliki tekstur sama, tidak selembut es krim pada umumnya, tapi mulai enak dimakan setelah sekitar semenit didiamkan. Varian es krim pertama bisa langsung dinikmati dengan digigit, sementara dua varian lainnya yang dibungkus cup plastik dapat disantap dengan menggunakan sendok kayu kecil.
Pada gigitan pertama bagian es krim cokelat, cokelat balok begitu terasa di pangkal lidah, sedikit pahit dan lemak santan. Di bagian es krim stroberi terasa kecutnya buah fragaria vesca berpadu nikmatnya susu.
Lidah mulai kedinginan, tetapi tak bisa berhenti menyantap satu bagian es krim balok itu. Begitu menggigit varian vanila, rasa vanila pun memenuhi rongga mulut. Ada pengalaman menyantap cokelat, vanila, dan stroberi sekaligus ketika ketiga bagian es krim tersebut dinikmati bersama. Semua rasa terikat kuat dengan susu.
Beralih ke varian es krim durian, aroma khas buah tropis tersebut langsung menguar di rongga mulut pada santapan pertama. Rasa durian pun masih bertahan di lidah hingga akhir kecapan.
Pahit kahwa berpadu dengan susu dan gula terasa nikmat saat menyantap es krim varian kopi. Pengalamannya seakan menikmati kopi santan varian es krim.
Tak cukup hanya menikmati es krim Karimata tanpa kerupuk simping. Perpaduan kerupuk yang memiliki rasa hambar cocok dinikmati dengan es krim. Renyah kerupuk dan lembutnya es krim menjadi pengalaman menikmati es krim yang unik.
Penampakan es krim Karimata di Jalan Karimata nomor 44, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Sabtu (11/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
Menjaga Rasa Selama 3 Generasi
Sosok di balik es krim Karimata adalah Herlina Tanjung yang membuatnya pad 1981. Sebelumnya, ia adalah ibu rumah tangga yang berjualan es batu di rumahnya.
"Pertama kali, Emak (Herlina) saya itu membuat es batu gitu. Jual es batu, lalu perlahan es lilin, dan kemudian jadilah tahun '81-an itu es krim ini," jelas Mailani Carolina Wirawan yang merupakan istri dari cucu Herlina sekaligus generasi ketiga pelapak es krim Karimata, Reinaldo Hartanto.
Kala itu Herlina berperan sebagai produsen es krim Karimata. Sementara suaminya, Hadinoto Sudarso, keliling melapak es krim mereka.
Adapun es krim Karimata dibuat dari buah-buahan asli, susu, gula, dan santan. Resep tersebut pun telah diwariskan turun-menurun hingga sekarang.
"Ini full susu. Ada yang santan kalau misal alergi susu. Jadi, ada pasangannya yang durian coklat, terus kelapa muda coklat, nangka pandan sama kopi coklat itu kita full santan. Kita enggak ada tambahan air, full perasan santan sama susu full," jelas Carolina.
"Kita pakai 100% buah asli. Jadi kayak, misal, durian, kita juga pakai durian asli," lanjutnya.
"Terus dari segi gula pun kita pakainya gula pasir. Jadi bukan pakai gula pengawet manis yang buatan gitu, enggak," katanya.
Hingga kini, terdapat 27 varian es krim Karimata. Adapun harganya bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Carolina mengatakan, pihaknya juga menyediakan tart es krim Karimata seharga Rp 255 ribu-Rp 300 ribu.
"Dulu cuma beberapa, mungkin 10 (varian es krim Karimata) nggak sampai. Kalau sekarang 27 (varian) terus dikembangin," sebutnya.
Selengkapnya sudah tayang di detikjateng dengan judul "Es Krim Karimata Semarang: Cita Rasa Terjaga Turun-temurun Sejak 1981"


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN