Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harganya Lebih Murah

Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harganya Lebih Murah

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 24 Apr 2026 17:30 WIB
Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harga di Label Lebih Murah
Foto: Thread @elllllllllllll.___
Jakarta -

Seorang pelanggan wanita merasa kecewa usai membeli tiramisu di sebuah kafe. Ia melihat harga yang tertera di label Rp 87.000 tetapi dirinya ditagih dengan biaya lebih mahal, sampai Rp 108.000!

Cantuman harga pada setiap makanan dijual di kafe menjadi penting bagi pelanggan. Hal ini berkaitan dengan transparasi, kepuasan, dan kepercayaan pelanggan. Pelanggan juga bisa memperkirakan makanan apa yang sesuai dengan selera dan budget, sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan pembelian.

Beberapa kafe atau restoran mungkin sudah mencantumkan harga makanan seperti ini. Sayangnya tidak semua harga yang dicantumkan bisa dipercaya. Pasalnya ada juga kafe atau restoran menagih biaya tidak sesuai dengan apa yang mereka cantumkan pada menu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal-hal seperti ini seringkali menjadi masalah bagi pelanggan. Membuat pelanggan kecewa hingga merasa ditipu, seperti yang dialami oleh pelanggan di Malaysia ini.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan di akun Thread @elllllllllllll.___ (23/4), pelanggan tersebut menduga dirinya ditagih biaya lebih untuk sepotong kue tiramisu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Pelanggan ini memang datang ke kafe 118 Grinder di Kuala Lumpur, Malaysia karena sangat ingin makan tiramisu. Setelah sampai di kafe, ia melihat ada tiramisu di etalase kaca yang diberi label harga RM 20 (Rp 87.096). Melihat harga tersebut, ia langsung membeli untuk dibawa pulang.

Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harga di Label Lebih MurahDi etelase kaca, pesanan tiramisu itu diberi harga RM 20. Foto: Thread @elllllllllllll.___

Tetapi ketika hendak bayar, tiba-tiba dirinya ditagih dengan biaya berbeda. Harganya menjadi lebih mahal yaitu RM 25 (Rp 108.883).

Wanita ini lantas bertanya kepada staff kafe, "Tiramisu ini bukannya harganya RM 20 (Rp 87.096) saja?"

Staff kafe pun menjawab kalau harga yang tercantum di label merupakan harga lama. Sedangkan mereka menagih biaya dengan harga baru yang lebih mahal.

Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harga di Label Lebih MurahTetapi di tagihan struk, pesanan tiramisunya ditagih dengan biaya lebih mahal. Foto: Thread @elllllllllllll.___

"Mana boleh seperti itu? Saya mau tiramisu yang harganya RM 20 (Rp 87.096) itu," ujar pelanggan ini ke staff.

Setelah ditegur, staff tersebut meminta maaf dan melepaskan label harga. Lalu staff pergi ke dapur mengambil tiramisu pesanan pelanggan bernama Amalia Usman itu.

Melihat kejadian ini, Amalia merasa sangat kecewa. Ia mengaku saat itu malas berargumen karena harus kembali bekerja di kantor. Tetapi ia merasa tidak sepatutnya kafe melakukan hal seperti ini.

"Kalau betul harga lama, kenapa tidak tukar dengan label baru waktu baru buka? Yang buat saya kecewa lagi karena setelah saya tegur, barulah staff itu lepas label harga lamanya," ujar Amalia.

Wanita Ini Ditagih Tiramisu Rp 108 Ribu, Padahal Harga di Label Lebih MurahBegini tampilan tiramisu pesanan pelanggan tersebut. Foto: Thread @elllllllllllll.___

Menurut El, sebagian besar orang mungkin tidak masalah dengan kenaikan harga RM 5 (Rp 21.762) tersebut. Tetapi perlu dipahami jika beberapa pelanggan mungkin datang dengan uang yang pas-pasan.

Setelah unggahannya viral, pihak kafe akhirnya memberi klarifikasi. Mereka menyampaikan permintaan maaf dan mengklaim jika kenaikan harga telah direvisi sejak 3 Februari tahun ini.

Pihak kafe juga mengakui adalah 'kelalaian' di pihak mereka terkait pencantuman label harga dan masalah ini agar segera mereka perbaiki.

Meskipun pelanggan wanita itu menerima permintaan maaf-nya, dia tetap mempertanyakan kenapa harga yang ditampilkan belum diperbaharui dari bulan Februari hingga sekarang.

Menurutnya hal ini bisa menimbulkan kebingungan karena banyak pelanggan mungkin telah mengunjungi kafe di antara bulan Februari hingga April dan mengandalkan harga yang tertera.

Menurut informasi terbaru, seperti dilansir dari thesun.my (23/4), staff yang melayani wanita ini juga meminta maaf langsung serta mengklarifikasi bahwa El merupakan pelanggan pertama yang datang ke kafe itu pada hari kejadian.



(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads