Waduh! Restoran Ini Tagih Biaya Rp 2.600 untuk Gas dan Minyak

Waduh! Restoran Ini Tagih Biaya Rp 2.600 untuk Gas dan Minyak

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 21 Apr 2026 18:30 WIB
Waduh! Restoran Ini Tagih Biaya Rp 2.600 untuk Gas dan Minyak
Foto: SHAKER ICE/GOOGLE MAPS, MINGZ/REDDIT
Jakarta -

Sebuah restoran Thailand di Singapura tengah menjadi perbincangan hangat. Pasalnya restoran tersebut menagih biaya sekitar Rp 2.600 ke pelanggan untuk gas dan minyak.

Di luar harga makanan, beberapa restoran biasanya menagih biaya ekstra untuk pajak bangunan dan layanan ke pelanggan. Tambahan tersebut pun pada akhirnya membuat tagihan makan pelanggan sedikit lebih mahal.

Namun belakangan ini banyak restoran atau warung makan yang menagih biaya tambahan lebih dari itu. Parahnya lagi, beberapa tambahan tertulis dengan keterangan biaya yang tidak jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini sebuah restoran di Singapura menjadi sorotan karena menagih tambahan biaya bahan baku ke pelanggan. Hal tersebut dilaporkan oleh seorang pengguna Singapore Raw Subreddit bernama Mingz. Mingz menunjukkan foto bukti struk tagihannya usai makan di sebuah restoran Thailand berlokasi di Joo Koon, Singapura, lapor stomp.sg (16/4).

ADVERTISEMENT

Dalam bukti struk terlihat pelanggan ini hanya memesan satu menu yaitu A3 Phat Thai Seafood yang harganya dibanderol 7 SGD (Rp 94.368). Namun total tagihan keseluruhannya mencapai 7.20 SGD (Rp 97.064), yang mana lebih mahal 20 sen dibandingkan harga asli makanannya.

Waduh! Restoran Ini Tagih Biaya Rp 2.600 untuk Gas dan MinyakDalam struk tagihannya terlihat jika pelanggan ini ditagih biaya tambahan untuk gas dan minyak. Foto: SHAKER ICE/GOOGLE MAPS, MINGZ/REDDIT

Rupanya, Mingz ditagih biaya lain. Di dalam struk, tertera jika pelanggan ini ditagih tambahan biaya untuk gas dan minyak seharga 0.20 SGD (Rp 2.696).

Melihat tambahan biaya tersebut, Mingz mengaku terkejut.

Ia mengungkap, "Pertama kali melihat tambahan biaya ekstra di makanan."

Diketahui lokasi restoran Thailand tempat ia makan adalah 803 Thai Food berlokasi di Block 511 Upper Jurong Road. Lokasinya juga tidak jauh dari stasiun MRT Joo Koon.

Menurut Stomp, restoran tersebut telah mengumumkan lewat unggahan di Facebook bahwa per 6 April hingga pemberitahuan lebih lanjut, akan ada tambahan biaya ekstra ke tagihan pelanggan. Tetapi tambahan biaya tersebut bergantung pada jneis pesanan dan sistem pemesanan.

Untuk pesanan makan di tempat biaya tambahan ditetapkan sesuai peraturan berikut:

1. $20 sen (Rp 2.695) tambahan untuk pemesanan item nasi dan mie
2. $30 sen (Rp 2.695) tambahan untuk item ala carte
3. $2 (Rp 26.954) tambahan untuk paket makan keluarga

Jika pelanggan mesan lewat online dan melakukan pengiriman, maka restoran tersebut akan mengenakan biaya tambahan $1.80 (Rp 24.259).

Menurut restoran, tambahan biaya tersebut dilakukan karena kenaikan pesat biaya bahan bakar, minyak goreng, dan gas baru-baru ini.

"Kenaikan harga bahan bakar, minyak goreng, dan gas yang pesat baru-baru ini telah menyebabkan perubahan ini. Semoga ini tidak akan berlangsung lama," ujar pihak restoran Thailand.

Waduh! Restoran Ini Tagih Biaya Rp 2.600 untuk Gas dan MinyakPemilik restoran mengaku biaya bensin, minyak, dan gas yang meningkat membuatnya perlu menaikkan harga jual ke pelanggan. Foto: SHAKER ICE/GOOGLE MAPS, MINGZ/REDDIT

Dalam laporan sebelumnya oleh The Stairts Times, produsen makanan menggambarkan bahwa kenaikan biaya disebabkan oleh dampak krisis energi di Timur Tengah yang lebih buruk daripada saat pandemi Covid-19.

Kepada Stomp pemilik restoran 803 Thai Food mengungkap bila tambahan biaya tersebut adalah upaya terakhir yang bisa mereka lakukan. Pemiliknya, Tan mengungkap harga gas naik sekitar 10% dari $19,20 (Rp 258.766) menjadi $21,20 (Rp 285.713) pada awal April. Harga satu miyak kaleng berukuran 18 kg juga meningkat sebesar $4 (Rp 53.908) selama tiga minggu terakhir.

Secara keseluruhan, ia menghabiskan tambahan $500 (sekitar Rp 6,7 juta) per bulan hanya untuk gas dan minyak. Menurutnya biaya tersebut pun sulit ditanggung sendiri, sehingga ia memutuskan untuk membebankan kenaikan biaya bahan baku kepada tagihan konsumen.

Untuk memangkas biaya, Tan saat ini memesan persediaan setiap dua hari sekali, bukan setiap hari, sehingga biaya pengirimannya lebih hemat.

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen di Reddit.

Beberapa netizen menganggap bahwa biaya ini sifatnya hanya sementara dan dapat dihapus kemudian hari. Bahkan beberapa netizen merasa kebijakan restoran baik karena menagih biaya tambahan secara rinci dan transparan ke pelanggan.

Di sisi lain, netizen ada juga yang menganggap restoran Thailand ini hanya mencari keuntungan semata.

"Memanfaatkan konflik global, sungguh memalukan warung makan ini," ujar seorang netizen.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads