Jepara tak hanya dikenal sebagai kota ukir, tetapi juga sebagai daerah kelahiran R.A. Kartini. Selain nilai sejarahnya, Jepara juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang unik dan beragam.
Jepara menawarkan banyak pilihan makanan khas dan enak, mulai dari makanan berat hingga jajanan khas. Jika berkunjung ke kota ini, ada beberapa hidangan yang sayang untuk dilewatkan.
Makanan khas Jepara didominasi oleh olahan hasil laut segar dan penggunaan bahan unik. Soal rasa, ada jejak gurih dan pedas yang menarik selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari berbagai sumber (20/4), berikut lima makanan khas Jepara yang wajib dicoba.
1. Pecel Horok-horok
Pecel horok-horok adalah makanan unik karena menggunakan horog-horog sebagai pengganti nasi. Horog-horog sendiri terbuat dari tepung sagu aren dengan tekstur kenyal. Hidangan ini biasanya disajikan dengan sayuran seperti kecambah, kembang turi, dan bayam, lalu disiram bumbu kacang. Makanan ini dapat dinikmati dengan harga sekitar Rp5.000-Rp10.000 per porsi.
Uniknya, horok-horok juga kerap dipadukan dengan semangkuk bakso. Kehadirannya seperti pengganti lontong yang bikin kenyang sekaligus menambah tekstur pada sajian bakso.
2. Lontong Krubyuk
Foto: Istimewa |
Lontong krubyuk berbahan utama lontong dan kuah kaldu. Nama krubyuk atau ngrubyuk kono berarti berjalan di air atau genangan air. Ini mencirikan tampilan hidangan yang mengandung banyak kuah.
Seporsi lontong krubyuk dilengkapi dengan tauge setengah matang, irisan daun seledri, suwiran ayam semur dan kemudian diguyur kuah kaldu bakso. Menu ini populer dijadikan pilihan makan siang.
3. Es Gempol Pleret
Foto: Istimewa |
Es gempol pleret adalah minuman khas Jepara yang terbuat dari adonan tepung beras yang dibulat-bulatkan dan disajikan dengan santan dan sirup merah. Perpaduan rasa gurih dari santan dan manis dari sirup menciptakan sensasi yang seimbang. Sementara itu, teksturnya yang lembut dan kenyal membuat minuman ini semakin nikmat.
Minuman ini biasanya dijual di pasar tradisional atau oleh pedagang kaki lima, dengan harga yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp5.000-Rp10.000 per porsi. Es gempol pleret bisa ditemukan di area Shopping Centre Jepara, ditawarkan oleh Es Gempol Pleret Panjunan, dan Es Gempol Sriyatun.
4. Rondo Royal
Rondo royal adalah jajanan tradisional khas Jepara yang cukup unik. Makanan ini terbuat dari tape singkong yang dibalut adonan tepung, lalu digoreng hingga bagian luar renyah. Di dalamnya, tekstur tape tetap lembut dengan rasa manis khas fermentasi.
Camilan ini banyak dijumpai di pasar tradisional dan menjadi favorit karena rasanya sederhana namun khas. Perpaduan manis, sedikit asam, dan gurih dari adonan goreng membuat rondo royal cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Harganya terjangkau, yakni sekitar Rp500-Rp1.000 per buah.
Penamaan Rondo Royal punya kisah unik. Konon berarti Janda Mewah jarena dulu dikisahkan ada janda kaya yang gemar berbagi makanan enak tersebut.
5. Pindang Serani
Pindang serani merupakan hidangan khas Jepara berbahan dasar ikan laut dengan kuah bening yang segar. Cita rasanya berasal dari perpaduan bumbu, seperti bawang, kunyit, jahe, serta tambahan belimbing wuluh dan tomat yang memberikan sensasi asam, pedas, dan gurih. Hidangan ini banyak dijumpai di daerah pesisir dan sering disantap sebagai menu utama karena rasanya yang kaya rempah.
Menu ini biasanya disajikan dengan nasi putih hangat. Pelengkapnya berupa sambal kecap, sambal terasi, hingga lalapan segar. Pindang seruni bisa ditemukan di berbagai rumah makan di sana dengan kisaran harga Rp 25 ribu, seperti di Warung Makan Khas Karimun dan Warung Makan Pindang Serani Mak Nyak.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN