Minum kopi enak tak hanya bisa di kafe. Jasmine, barista profesional, membagikan tips membuat manual brew yang bisa ditiru di rumah.
Minum kopi kini tak hanya bisa dilakukan di kafe. Namun banyak bermunculan home brewer yang mulai berkreasi untuk menyajikan kopinya sendiri di rumah.
Teknik manual brew menjadi salah satu yang paling mudah dan populer untuk dipelajari di rumah. Jasmine, barista Suasanakopi, membagikan cara membuat manual brew dengan sederhana dan mudah untuk diikuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, Jasmine menggunakan teknik V60. Ia menggunakan biji kopi dari Aceh Gayo dengan takaran 1:15 antara biji kopi dan volume air yang digunakan.
Begini Caranya
Paper filter perlu dibilas atau flushing sebelum digunakan untuk menyeduh kopi. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
1. Siapkan Alat Seduh
Ketika ditemui oleh tim detikcom di Suasanakopi Sarinah pada Senin, (13/4/2026), ada beberapa alat yang disiapkan oleh Jasmine. Mulai dari V60 dripper, server, paper filter atau kertas saring, teko dan air panas, serta timbangan.
Pertama-tama, siapkan dripper dan paper filter. Letakkan paper filter sesuai dengan ukuran dan jenis dripper yang digunakan.
Lakukan flushing atau pembasuhan dari paper filter yang sudah dimasukkan ke dalam dripper. Tujuannya adalah untuk mencuci paper filter dari kotoran atau aroma yang menempel, khwatir mengganggu hasil seduhan kopi.
2. Pilih Biji Kopi
Kemudian, pilih biji kopi sesuai selera. Jika ingin menggunakan takaran umum, siapkan 15 gram biji kopi utuh yang ditimbang secara presisi.
Giling biji kopi dengan tingkat kehalusan medium to fine atau kasar yang agak halus. Tujuannya untuk menghasilkan ekstraksi dari seduhan kopi yang lebih seimbang.
Kopi yang digiling terlalu kasar hasil ekstraksinya akan lebih tipis. Sementara kopi yang kasar cenderung halus akan lebih mudah mengeluarkan rasanya pada seduhan dengan air panas 85-92 derajat celcius.
3. Lakukan Blooming hingga Interval
Sebelum menyeduh kopi hingga selesai, sebaiknya lakukan blooming. Jasmine merekomendasikan menggunakan air bersuhu 90-92 derajat celcius untuk menyeduh Aceh Gayo dengan teknik pour over V60.
Blooming kopi dilakukan dengan volume air 30 mililiter untuk mengeluarkan gas karbondioksida dan aroma dari kopi. Kemudian dilanjut dengan interval pertama dengan air sebanyak 65 mililiter.
Interval atau jeda penuangan air dilakukan sebanyak 3 kali dengan volume air yang sama. Hasilnya kopi akan terekstraksi sebanyak 225 mililiter.
Swirling atau menggerakkan server dengan memutar dibutuhkan setelah menyeduh kopi. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
4. Swirling Sebelum Disajikan
Tampak sederhana tetapi swirling atau memutar server setelah proses ekstraksi kopi penting untuk dilakukan. Swirling punya fungsi yang cukup banyak untuk menyajikan kopi agar lebih enak.
Gerakan memutar server dapat membantu meratakan hasil ekstraksi. Selain itu, brewer juga bisa menghirup aroma kopi hasil seduhan dengan lebih optimal.
Aroma-aroma yang dihirup dari hasil seduhan kopi ini juga membantu lidah akan merasakan kopi lebih maksimal. Hasil dari seduhan juga terasa lebih clean dengan teknik sederhana ini.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN