Kabar mengejutkan datang dari beberapa usaha kedai kopi di Singapura. Dikabarkan tujuh kedai kopi di Ang Mo Kio tutup sampai mendapat peringatan, padahal baru satu tahun buka.
Menjalani bisnis kuliner di Singapura tampaknya bukan hal mudah. Memang banyak bisnis yang baru muncul, tetapi mereka juga tidak bisa bertahan lama.
Banyak bisnis kuliner di Singapura mengabarkan penutupan tiba-tiba karena beragam faktor. Namun paling umum disebabkan oleh kombinasi krisis biaya operasional ekstrem, terutama kenaikan sewa tempat. Lonjakan upah tenaga kerja hingga harga bahan baku juga kerap memengaruhi penutupan bisnis kuliner tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbaru, tujuh kedai kopi di Ang Mo Kio, Singapura mengumumkan penutupan mereka. Parahnya lagi hal ini bukanlah keputusan pribadi para pemilik kedai kopi, melainkan keputusan dari pemilik bangunan.
Beberapa kedai kopi di Singapura terpaksa tutup. Foto: Mothership.sg / Xueting Wu |
Ketujuh kedai kopi tersebut menerima pemberitahuan dari pemilik bangunan pada akhir Maret 2026 lalu bahwa operasional tempat tersebut akan dihentikan. Mereka harus berkemas dan mengosongkan tempat itu paling lambat tanggal15 April 2026, lapor mothership.sg (6/4).
Lokasi kedai kopi ini terletak di lantai dasar sebuah blok apartemen. Beberapa kedai kopi baru beroperasi selama satu tahun lebih dan ada juga yang baru enam bulan. Jelas kabar penghentian tiba-tiba ini mengejutkan para pemilik usaha sekaligus merugikan mereka.
Seorang pemilik warung Mookata bermarga Lim mengungkap kepada Shin Min Daily News bahwa dia telah menginvestasikan sekitar S$40.000 (Rp 536.746.000) dalam bisnisnya dan telah menandatangani kontrak dua tahun.
Masa kontrak sewanya masih ada sisa delapan bulan lagi, tetapi lewat pemberitahuan tersebut, dirinya perlu mengosongkan tempat beberapa hari lagi.
Manajer warung Shiok Stack bermarga Pan juga telah menginvestasikan sekitar S$10.000 (Rp 134.180.700). Sampai saat ini ia belum bisa balik modal lantaran juga baru pindah ke gerai tersebut selama enam bulan kebelakang.
"Kami sudah menjalin hubungan baik dengan beberapa pelanggan tetap. Sekarang kami harus tutup, kami sangat sedih harus pergi," ujarnya.
Dalam unggahan Instagram, Shiok Stack juga mengungkap kalau mereka diusir secara tiba-tiba setelah hanya enam bulan beroperasi.
Beberapa pemilik usaha mendapat pemberitahuan penutupan segera. Foto: Mothership.sg / Xueting Wu |
"Bukan hanya 'disayangkan' tetapi terasa kejam," tulis unggahan kedai Shiok Stack.
Para pemilik kedai kopi mengungkap merasa kesulitan karena waktu yang diberikan untuk mencari tempat baru sangat singkat. Lin sebenarnya sudah punya tempat baru, tetapi ia masih butuh waktu memindahkan peralatan dan merenovasi ruangan tersebut.
Penutupan kedai-kedai kopi di lantai bawah apartemen ini tampaknya bersinggungan dengan peraturan dari Badan Perumahan dan Pembangunan di Singapura. Beberapa pemilik kios memang sempat didatangi oleh pihak berwenang yang melakukan inspeksi ke kedai kopi tersebut.
Lin mengungkap kalau sepengetahuannya, pihak berwenang menemukan bahwa kedai kopi di area sana tidak memiliki izin yang diharuskan untuk membangun usaha di area tersebut.
Namun Lin sendiri memutuskan untuk menutup gerainya di daerah tersebut daripada menghabiskan uang untuk mengajukan perizinan.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN