Dulu selalu tampil di layar kaca, aktor asal Singapura ini sekarang banting setir jadi penjual seafood kaki lima. Begini kisahnya!
Adalah Huang Yiliang aktor asal Singapura yang dikenal lewat sejumlah drama TV. Namun perjalanan hidupnya kini berubah drastis di usia 64 tahun.
Kini ia menjalani hari-harinya sebagai penjual ikan dan pemilik warung makan sederhana, lapor The Star (12/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap hari, Huang sudah memulai aktivitas sejak pukul 07.00 pagi di MacPherson Market and Food Centre. Di sana, ia membersihkan dan menyiangi ikan di lapak pasar basah miliknya.
Menjelang siang, sekitar pukul 11.00, ia berjalan kaki sekitar 400 meter menuju Circuit Road Hawker Centre untuk membuka gerai makan bernama Old Fisherman.
Huang Yiliang aktor asal Singapura yang dikenal lewat sejumlah drama TV. Foto: The Straits Times |
Di dapur kecilnya, Huang memasak berbagai hidangan seafood untuk pelanggan makan siang hingga pukul 14.00.
Setelah itu, ia pulang sebentar untuk beristirahat sebelum kembali berjualan untuk makan malam hingga pukul 20.00. Rutinitas padat ini ia jalani enam hari dalam seminggu.
Padahal, di masa lalu, Huang adalah aktor ternama. Ia bergabung dengan stasiun televisi nasional Singapura pada 1985 dan meraih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik sebanyak tiga kali pada 2002, 2003, dan 2006.
Setelah 23 tahun berkarier, ia meninggalkan dunia hiburan pada 2008 untuk mencoba peruntungan di bisnis lain, termasuk usaha plumbing dan produksi film.
Setelah 23 tahun berkarier, ia meninggalkan dunia hiburan pada 2008 untuk mencoba peruntungan di bisnis lain. Foto: The Straits Times |
Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, ia sempat tersandung masalah hukum hingga harus menjalani hukuman penjara.
Baca Juga
Alih-alih terpuruk, pengalaman itu justru menjadi titik balik. Ide untuk terjun ke bisnis seafood muncul saat ia berbincang dengan sesama narapidana.
"Saya sempat berhenti sejenak dari semuanya dan berpikir, apa yang benar-benar ingin saya lakukan," ujarnya. "Saya ingin melakukan sesuatu yang saya sukai. Saya orang yang aktif, tidak bisa diam," lanjut Huang.
Awalnya, Huang berencana mengimpor dan mendistribusikan kepiting. Ia bahkan menjual kepiting seharga sekitar Rp 480 ribuan.
Namun karena kendala pemasok, ia mulai menjual ikan sekaligus belajar mengolahnya sendiri.
Menu yang ditawarkan oleh Huang, salah satunya sup kepiting. Foto: The Straits Times |
Pada Februari 2026, ia membuka gerai Old Fisherman dengan modal sekitar Rp 240 juta. Menu andalannya adalah bihun kepiting, serta aneka olahan seafood seperti kepiting saus lada hitam, saus cabai, hingga salted egg.
Meski baru belajar memasak secara otodidak, Huang mengaku telah mempelajari resep dari lebih dari 20 koki.
"Saya datang ke dapur mereka, bahkan ke rumahnya, untuk belajar. Dari situ saya meracik resep saya sendiri," katanya.
Menjalankan usaha ini tentu tidak mudah. Ia sempat kewalahan di hari-hari pertama, bahkan harus menolak pelanggan karena antrean panjang.
Panasnya dapur juga menjadi tantangan tersendiri. "Di minggu pertama, saya sampai makan lima mangkuk es serut setiap hari," ujarnya sambil tertawa.
Kini, ia perlahan mulai beradaptasi dan bahkan dibantu oleh asisten paruh waktu. Meski begitu, Huang tetap turun tangan langsung, termasuk mencuci piring sendiri demi menekan biaya.
Bagi Huang, profesi barunya bukanlah sesuatu yang memalukan. Ia justru menikmatinya. "Saya tidak peduli bagaimana orang melihat saya. Saya bisa menurunkan ego saya," katanya. "Saya ini orang biasa. Tidak bisa lebih biasa lagi," tutupnya.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN